PONTIANAK POST — Bupati Mempawah, Erlina mengungkapkan pada tahun anggaran (TA) 2026 sektor pembangunan infrastruktur mencapai Rp 1 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari proyek strategis nasional pemerintah pusat serta alokasi APBD Pemkab Mempawah.
"Alhamdulillah, Kabupaten Mempawah mendapatkan dukungan anggaran yang besar, baik dari pemerintah pusat maupun APBD daerah. Total anggaran infrastruktur kita untuk tahun 2026 mencapai sekitar satu triliun rupiah," ungkap Erlina, Senin (8/12).
Menurut Erlina, anggaran tersebut mencakup sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah. Di antaranya pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kecamatan Mempawah Timur senilai Rp 500 miliar, pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Toho senilai Rp200 miliar, pembangunan Kampung Nelayan sebesar Rp22 miliar, serta anggaran infrastruktur wajib untuk pelayanan publik sebesar Rp220 miliar.
"Proyek-proyek prioritas ini kami dorong untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Mempawah," paparnya.
Ia menambahkan, terdapat pula lebih dari Rp100 miliar aspirasi DPR RI yang disalurkan melalui kementerian terkait berdasarkan usulan Pemerintah Kabupaten Mempawah.
"Kami bersyukur karena ada tambahan lebih dari seratus miliar rupiah dari aspirasi DPR RI yang memperkuat alokasi pembangunan kita di tahun 2026," tuturnya.
Bahkan, Erlina mengutarakan, anggaran untuk sektor infrastruktur tersebut berpotensi mengalami penambahan melalui sinergi yang terus dibangun Pemerintah Kabupaten Mempawah dengan pemerintah pusat.
"Ke depan, tidak menutup kemungkinan anggaran untuk infrastruktur akan bertambah. Kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat terus kami bangun," pendapatnya.
Erlina yang juga Ketua Umum Aspeksindo dan Wakil Ketua Umum Apkasi itu menilai posisinya mendukung penguatan hubungan kerja sama dengan para pemangku kepentingan nasional.
"Amanah yang saya jalankan di Aspeksindo dan Apkasi memberi kami ruang untuk lebih dekat berkomunikasi dengan kementerian dan lembaga pusat. Ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memperjuangkan pembangunan daerah," ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah akan terus membenahi infrastruktur secara bertahap dan berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat.
"Kami memahami tingginya harapan masyarakat, namun pembangunan harus dilakukan bertahap, terukur, dan disesuaikan dengan kemampuan daerah," katanya.
Karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersabar karena seluruh program pembangunan dirancang untuk dijalankan berkelanjutan.
"Saya berharap masyarakat tetap tenang dan bersabar. Pemerintah pasti melaksanakan pembangunan, hanya saja setiap tahapan harus disesuaikan dengan prioritas," timpalnya. (wah)
Editor : Hanif