Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Disdikporapar Mempawah Gelar Bimtek Pantun dan Tundang, Perkuat Budaya Lisan Lokal

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Sabtu, 13 Desember 2025 | 11:32 WIB

 

BERSAMA: Para peserta bimtek foto bersama.
BERSAMA: Para peserta bimtek foto bersama.

PONTIANAK POST — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya, serta Bahasa Indonesia, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pantun dan Tundang. Kegiatan yang diikuti puluhan siswa dan guru ini berlangsung pada 9 hingga 10 Desember di Rumah Budaya Melayu (RBM) Mempawah.

Bimtek menghadirkan para narasumber seperti Muhammad Zulkarnain, Susilawati, Muhammad Sabirin dan Siti Syuhaidah. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikporapar Mempawah, Riska Tania menekankan pantun dan tundang merupakan kekayaan budaya lisan yang memiliki nilai estetika, etika, dan pendidikan yang tinggi.

“Pantun bukan hanya karya sastra yang indah, tetapi juga sarana penyampaian pesan moral, kritik sosial, dan ungkapan rasa dalam bahasa yang santun. Demikian pula tundang, yang merupakan warisan budaya daerah yang perlu kita pelihara dan kembangkan sebagai identitas dan kearifan lokal,” kata Riska saat membuka bimtek.

Riska mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat upaya pelestarian budaya daerah, sekaligus melahirkan generasi kreatif yang mampu menciptakan pantun dan tundang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Apalagi di era digitalisasi. budaya lisan kerap tergerus oleh perkembangan zaman. Karena itulah, diaa mendorong adanya inovasi dan strategi pembelajaran yang lebih menarik agar pantun dan tundang tetap dekat dengan generasi muda.

Riska memastikan Disdikporapar Mempawah berkomitmen memberikan ruang bagi pengembangan budaya lokal melalui kolaborasi dengan MGMP Seni Budaya dan Bahasa Indonesia, sekaligus mempersiapkan talenta-talenta muda untuk ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2026.

“Kami ingin tradisi yang kita miliki bukan hanya didokumentasikan, tetapi dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan secara aktif,” tegasnya. (wah)

Editor : Hanif
#Tundang #Disdikporapar Mempawah #pantun #bimtek #budaya lisan #Era Digital