Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tanam 500 Pohon, Elemen Adat, Ormas dan TNI AU Jaga Kelestarian Riam Bukit Raya

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Minggu, 14 Desember 2025 | 23:49 WIB
Tokoh adat Panglima Jilah bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat dan Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menggelar aksi bersama untuk menjaga keberlanjutan kawasan Hutan Riam Buki
Tokoh adat Panglima Jilah bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat dan Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menggelar aksi bersama untuk menjaga keberlanjutan kawasan Hutan Riam Buki

PONTIANAK POST – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui sinergi lintas elemen di Kabupaten Mempawah. Tokoh adat Panglima Jilah bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat dan Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menggelar aksi bersama untuk menjaga keberlanjutan kawasan Hutan Riam Bukit Raya di wilayah Sambora Toho, Minggu (14/12).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 pohon berhasil ditanam, terdiri dari tanaman kehutanan dan berbagai jenis pohon buah seperti durian, rambutan, lengkeng, dan alpukat, sebagai upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Aksi nyata tersebut diwujudkan dalam kegiatan penanaman ratusan pohon sebagai langkah awal memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Panglima Jilah menegaskan, Riam Bukit Raya memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga harus dijaga bersama.

“Hutan Riam Bukit Raya ini bukan hanya aset alam, tetapi penopang kehidupan. Menjaganya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan peran aktif masyarakat,” ujarnya.

Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) itu juga menyampaikan bahwa kawasan hutan tersebut berfungsi sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem. Menurutnya, keberadaan hutan sangat menentukan ketersediaan air bagi warga, termasuk untuk kebutuhan pertanian.

Komitmen serupa disampaikan Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto. Ia mengatakan keterlibatan LDII dalam kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah ekologis, yakni mengajak umat menjaga lingkungan sebagai amanah yang harus dilestarikan.

“Hutan adalah karunia dari Allah SWT. Boleh dimanfaatkan, namun wajib dijaga kelestariannya karena menjadi warisan bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Susanto menambahkan, kolaborasi LDII dengan Panglima Jilah di kawasan Riam Bukit Raya telah memasuki pelaksanaan kedua, dan pada kegiatan kali ini mendapat dukungan dari Lanud Supadio. Secara organisasi, LDII menempatkan pelestarian lingkungan sebagai komitmen berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Dukungan juga datang dari TNI Angkatan Udara. Kepala Dinas Teritorial Lanud Supadio, Letkol Sus. M. Deni Abullah, melalui Ps. Kaur Komsos Dister Letda Sus Siswo Yuhono Priyadi menyampaikan bahwa TNI AU siap berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, terutama di kawasan strategis yang berkaitan dengan permukiman dan wilayah operasional.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah pihak yang terlibat maupun cakupan kegiatan sosial kemasyarakatan ke depan.

“Sinergi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus ketahanan nasional. Keterlibatan TNI AU merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” jelasnya.(wah)

Editor : Hanif
#Tokoh Adat #TBBR #LDII #tanam pohon #ekonomi warga #kelestarian #Riam Angan Tembawang #Lanud Supadio