PONTIANAK POST — Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu (DPD MABM) Kabupaten Mempawah masa bhakti 2025–2030 resmi dilantik. Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, menyatakan penguatan budaya Melayu menjadi bagian dari jati diri daerah di tengah arus modernisasi.
“Pelestarian budaya Melayu harus terus diperkuat di tengah arus modernisasi. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri,” ujarnya saat membuka Ekspresi Seni Budaya Melayu yang digelar di Rumah Budaya Melayu (RBM) Kabupaten Mempawah, belum lama ini.
Prosesi pengukuhan kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Majelis Adat Budaya Melayu (DPP MABM) Kalimantan Barat, A.R. Muzammil. Dalam kesempatan itu, M. Ali Bakar dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPD MABM Kabupaten Mempawah periode 2025–2030, dengan Dudung Agus Suharto mendampingi sebagai Ketua Harian.
Kepengurusan MABM Mempawah periode ini diisi oleh beragam unsur, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi hingga praktisi. Struktur organisasi mencakup Dewan Penasihat, Dewan Pemangku Adat, serta Dewan Pengurus yang membawahi 14 bidang strategis.
Juli menekankan peran strategis Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
“Majelis Adat Budaya Melayu memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga harmonisasi sosial serta memperkokoh identitas budaya masyarakat Mempawah,” kata Wakil Bupati.
Lebih lanjut, Juli Suryadi berharap kepengurusan DPD MABM Kabupaten Mempawah masa bhakti 2025–2030 yang baru dikukuhkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
“Saya berharap pengurus DPD MABM yang baru dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya serta terus berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Kabupaten Mempawah,” tuturnya. (wah)
Editor : Hanif