Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Forkopimda dan Tokoh Agama Mempawah Satukan Hati Doakan Korban Bencana Sumatra

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Jumat, 2 Januari 2026 | 11:33 WIB

 

Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra (paling kiri) bersama Kapolres dan jajaran Forkopimda Mempawah saat menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama pada Rabu (31/12).
Ketua DPRD Mempawah Safruddin Asra (paling kiri) bersama Kapolres dan jajaran Forkopimda Mempawah saat menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama pada Rabu (31/12).

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menegaskan bahwa kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar di penghujung tahun 2025 menjadi simbol kuat persatuan dan kepedulian seluruh elemen bangsa terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri doa lintas agama yang dilaksanakan di Rupattama Polres Mempawah, Rabu (31/12). Kegiatan ini diinisiasi Polres Mempawah bersama unsur Forkopimda dan dihadiri tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, serta pemuda. Safruddin Asra menilai, doa bersama tersebut bukan sekadar agenda seremonial akhir tahun, melainkan refleksi kepekaan sosial dan empati kemanusiaan terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

“Doa lintas agama ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam kepedulian. Musibah yang menimpa Sumatra adalah duka kita bersama, dan sudah sepatutnya kita saling menguatkan,” ujar Safruddin.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi yang harus terus dijaga, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan bencana alam. Safruddin juga mengapresiasi inisiatif Polres Mempawah yang telah menghadirkan seluruh unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan untuk mendoakan keselamatan dan pemulihan bagi para korban banjir.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas sosial. Selain dukungan materiil, dukungan moril dan doa menjadi kekuatan besar bagi saudara-saudara kita agar tetap tabah dan segera bangkit,” katanya.

Doa bersama lintas agama tersebut mengusung tema “Bersama Satukan Hati, Satu Doa untuk Sumatra Kuat, Sumatra Bangkit, Indonesia Maju". Rangkaian acara berlangsung khidmat, dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kapolres Mempawah, hingga pembacaan doa oleh perwakilan masing-masing agama.

"Kita berharap semangat persatuan dan toleransi yang tercermin dalam doa bersama tersebut dapat terus terjaga, tidak hanya di momen akhir tahun, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari di Kabupaten Mempawah" pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#Korban Banjir Sumatera #Kabupaten Mempawah #doa lintas agama #kepedulian #simbol persatuan