Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Mempawah Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tegaskan Agama Solusi Persoalan Bangsa

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 5 Januari 2026 | 13:30 WIB
Kakan Kemenag didampingi Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi menyerahkan sertifikat wakaf.
Kakan Kemenag didampingi Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi menyerahkan sertifikat wakaf.

PONTIANAK POST – Puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 tahun 2026 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Mempawah berlangsung khidmat. Peringatan ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, Sabtu (3/1) di Halaman Kantor Kemenag Mempawah.

Turut hadir, Kakan Kemenag Mempawah Ikhwan Pohan beserta jajarannya, Forkopimda, Kakan Kemenhaj Mempawah Mulyadi, Ketua MUI KH Tusirana Rasyid, Ketua FKUB Askandar Singodimejo, DWP Kemenag Mempawah, tokoh lintas agama, para penyuluh, KUA dan ASN Kemenag Mempawah.

Membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Wabup Juli Suryadi mengatakan, peringatan HAB ke-80 menandai momentum perjalanan panjang Kemenag sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.

“Kini, peran tersebut semakin luas dan krusial, termasuk pula meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama, cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi bagi persoalan bangsa,” katanya.

Sepanjang tahun 2025, menurut Wabup Juli, Kemenag telah bekerja keras membangun pondasi ‘Kemenag Berdampak’. Kemenag membuktikan slogan tersebut bukan sekedar seremonial, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan umat.

“Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, masih disampaikan Wabup Juli, Kemenag terus memperkuat pondasi ekonomi umat melalui aktivitas ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana dunia, dana Paramita, dan dana kebajikan.

“Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum,” tuturnya.

Bidang pendidikan misalnya, Wabup mencontohkan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua.

“Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana menempatkan institusi pendidikan Kemenag sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang melebihinya,” tegasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Wabup Juli menyebut dalam merespon tantangan zaman maka jajaran Kemenag perlu menengok kembali lembaran sejarah peradaban bahwa agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa.

“Kita mengenang Baitul Hikmah pada abad pertengahan sebagai pusat intelektual global pada masanya. Bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan. Di sanalah, nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali,” tegasnya lagi.

Karena itu, Wabup Juli mengajak seluruh ASN Kemenag untuk mewujudkan visi besar yakni setiap ASN Kemenag dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang ‘agile’, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.

Dalam kesempatan itu turut dilakukan pemberian tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya untuk ASN Kemenag Mempawah yang telah mengabdi selama 10, 20 dan 30 tahun. Serta penyerahan sertifikat tanah wakaf. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #kemenag mempawah #Wakil Bupati Mempawah #wakaf #upacara