Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Panen Raya Padi di Anjongan, Kalbar Optimis Pertahankan Swasembada Pangan

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Jumat, 9 Januari 2026 | 13:34 WIB
Wagub Kalbar hadiri panen padi serentak di Anjongan, Mempawah, optimistis swasembada pangan berkelanjutan terjaga.
Wagub Kalbar hadiri panen padi serentak di Anjongan, Mempawah, optimistis swasembada pangan berkelanjutan terjaga.

PONTIANAK POST— Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menghadiri panen raya padi di Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Rabu (7/1). Panen raya tersebut berlangsung serentak  secara nasional dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto yang dipusatkan di Cileber, Kerawang, Jawa Barat.

Di Kalimantan Barat, kegiatan panen raya dipusatkan di Kecamatan Anjongan dengan dihadiri berbagai pejabat daerah mulai dari Bupati Mempawah, Erlina, Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Putra Widyawinaya, Inspektur Pengawasan Daerah Polda Kalimantan Barat, jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah, Kepala OPD terkait, serta tamu undangan lainnya.

Krisantus menyatakan Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya padi. Sebab, pengembangan sektor pertanian didukung dengan ketersediaan lahan yang luas. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong seluruh kabupaten dan kota serta perangkat daerah di bidang pertanian untuk menjadikan padi sebagai mata pencaharian utama masyarakat,” katanya.

Saat ini, kata Krisantus, harga jual padi cukup menjanjikan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat petani. Hal itu terlihat dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat Bulog yang nilainya cukup baik.

Krisantus mengungkapkan penerapan teknologi pertanian yang tepat dan efektif maka pengelolaan lahan pertanian akan lebih optimal. Misalnya, penerapan pola tanam yang baik akan menghasilkan produktivitas panen bisa mencapai tiga kali dalam setahun.

“Kami juga akan mendorong pembangunan pabrik pengolahan beras di Kalimantan Barat, agar hasil pertanian lokal dapat dikelola dan dipasarkan secara mandiri. Sebab, kita ingin mewujudkan kemandirian pangan, sehingga beras Kalimantan Barat diproduksi dan dipasarkan dengan merek sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina menyebutkan sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Mempawah dalam menopang ketahanan pangan daerah. Keberhasilan swasembada pangan nasional, menjadi bukti nyata bahwa petani Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan dukungan kebijakan, pendampingan, dan sinergi lintas sektor.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui penguatan peran penyuluh pertanian, peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, serta pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan kearifan lokal,” tegasnya.

Meski demikian, Erlina tak menampik tantangan ke depan bagi pengembangan sektor pertanian tidaklah mudah. Salah satunya faktor perubahan iklim hingga dinamika global. Namun, dengan kolaborasi dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan, dia optimistis swasembada pangan dapat terus dipertahankan.

“Kami optimistis swasembada pangan di Kabupaten Mempawah dapat terus terjaga demi kesejahteraan petani,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #petani #panen padi #Wagub Kalbar #Ketahanan Pangan 2026