Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran IPA, Dosen UPGRI Pontianak Implementasikan Model ReCLif di Mempawah

Hanif PP • Senin, 12 Januari 2026 | 13:02 WIB
Pembukaan kegiatan PKM Prodi Pendidikan Biologi UPGRI Pontianak bersama guru IPA Kabupaten Mempawah.
Pembukaan kegiatan PKM Prodi Pendidikan Biologi UPGRI Pontianak bersama guru IPA Kabupaten Mempawah.

PONTIANAK POST – Tim dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA dan Teknologi, Universitas PGRI (UPGRI) Pontianak sukses menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang menyasar guru-guru IPA di Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini bertujuan mengatasi kendala guru dalam merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang mampu menumbuhkan keterampilan abad ke-21 dan relevan dengan konteks lokal.

Tim PKM ini diketuai Dr. Handi Darmawan, ST., M.Pd dengan anggota tim terdiri dari Eka Trisianawati, S.P, M.Pd, Mustika Sari, S.Pd., M.Sc, Nawawi, S.Pd., M.Pd, Herditiya, S.Pd., M.Pd, Tesa Manisa, S.Pd., M.Pd, Novi Nurmayanti, S.Pd., M.Pd, dan Ninda Permasari, S.Pd., M.Pd. Tim ini membuka kegiatan PKM dengan persiapan yang matang.

Berangkat dari model pembelajaran ReCLif sebagai solusi inovatif dan berdasarkan Latar belakang penelitian PKM, ditemukan bahwa 73,3% guru belum mampu menyusun LKPD secara mandiri. Selain itu juga ditemukan, 80% LKPD yang digunakan masih bersifat konvensional yang minim integrasi konteks lokal. Menanggapi tantangan tersebut, tim Dosen Pendidikan Biologi menawarkan solusi berupa penerapan model pembelajaran ReCLif (Exploring Real Life, Complex Thinking Learning, and Creating Solutions for Life Situation).

Ketua Tim PKM Dr. Handi Darmawan ST, MPd, menjelaskan, Model ReCLif menekankan pada eksplorasi masalah nyata, pemikiran kompleks melalui pertanyaan terbuka, dan penciptaan solusi kontekstual," terang Handi Darmawan.

Dengan model ini lanjutnya pembelajaran IPA tidak lagi hanya sebatas latihan soal, tetapi mendorong siswa melakukan analisis, sintesis, dan evaluasi.

Handi juga menjelaskan, digitalisasi LKPD melalui Platform Canva betujuan untuk mendukung efektivitas penyampaian model ReCLif. Di sini para guru dibekali keterampilan visualisasi menggunakan platform Canva. Pemilihan Canva didasarkan pada pertimbangan strategis karena aksesibilitasnya yang mudah dan menyediakan berbagai template edukatif. Platform ini memungkinkan guru menyusun LKPD yang komunikatif dan menarik secara visual, tanpa memerlukan spesifikasi perangkat yang tinggi.

Masih menurut Handi, pelatihan intensif 32 Jam Pelajaran (JP) kegiatan yang dilaksanakan 10 Agustus 2025 ini diikuti 15 guru IPA melalui metode pelatihan lima hari. Mencakup penguatan konseptual, pemahaman mendalam mengenai sintaks ReCLif dan prinsip Kurikulum Merdeka.

" Kemudian ada praktik nandiri dan penugasan, penyusunan LKPD yang mengintegrasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills - HOTS), " imbuh Handi.

Untuk sesi klinik dilakukan pendampingan revisi berbasis umpan balik sejawat guna memastikan kelayakan isi, konstruksi, dan bahasa.

Hasil dan dampak positif implementasi PKM ini menunjukkan hasil signifikan. Kemampuan guru dalam menyusun draf LKPD layak meningkat dari 60% menjadi 73,3%.

Selain itu, uji coba di tiga sekolah mitra menunjukkan respon positif dari siswa, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi bertanya dan kemampuan mengaitkan konsep IPA dengan fenomena nyata di lingkungan Mempawah, seperti isu pesisir dan pertanian.

" Data evaluasi mencatat 86,7% guru merasa sangat puas terhadap praktik penyusunan LKPD ini, dan 80% merasa terbantu oleh pendampingan intensif fasilitator," Handi melanjutkan. Handi juga menyebut keberhasilan program ini juga telah dipublikasikan secara resmi dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Volume 4 Nomor 1, 2026, yang dapat diakses melalui laman Jurnal JUDIMAS.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat komunitas MGMP IPA Mempawah sebagai wadah pengembangan profesional berkelanjutan," pungkas Handi. (vie/ser)

Editor : Hanif
#mempawah #UPGRI Pontianak #PKM #dosen #pendidikan biologi