Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Proyek Hilirisasi Nasional Dimulai di Mempawah, Smelter BAI Resmi Groundbreaking

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 9 Februari 2026 | 10:50 WIB

 

HADIR: Bupati Mempawah, Erlina, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi strategis nasional pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di wilayah Sungai Kunyit.
HADIR: Bupati Mempawah, Erlina, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi strategis nasional pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di wilayah Sungai Kunyit.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Mempawah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi strategis nasional yang diinisiasi Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Bupati Mempawah Erlina menilai dimulainya pembangunan enam proyek hilirisasi dengan total investasi sekitar USD 7 miliar atau setara Rp110 triliun merupakan langkah besar dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, terutama dengan masuknya proyek pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di wilayah Sungai Kunyit.

“Kami, Pemerintah Kabupaten Mempawah, menyambut positif dan memberikan dukungan penuh terhadap investasi hilirisasi ini. Kehadiran smelter di daerah kami diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erlina, Jumat (6/2).

Ia menegaskan pembangunan fasilitas pemurnian tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri berbasis sumber daya alam, khususnya di Kalimantan Barat. Proyek ini berada di bawah pengelolaan holding industri pertambangan MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Prosesi groundbreaking digelar secara hybrid di kawasan PT BAI, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, perwakilan BPI Danantara, jajaran PT Inalum, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, serta unsur Pemerintah Provinsi dan Forkopimda Kalimantan Barat.

Erlina menambahkan, pemerintah daerah siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan investasi strategis tersebut berjalan lancar. “Kami berkomitmen mendukung agar proyek ini terlaksana secara optimal dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap dampak hilirisasi tidak hanya dirasakan sektor industri, tetapi turut menggerakkan sektor lain seperti UMKM, jasa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Secara nasional, enam proyek hilirisasi yang mulai dibangun tersebar di 13 wilayah Indonesia, meliputi sektor energi, pertambangan, pertanian, hingga peternakan.

Seluruh pendanaan berasal dari BPI Danantara dengan melibatkan sejumlah BUMN. “Langkah percepatan hilirisasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional yang bertumpu pada daerah,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #Ekonomi #lapangan kerja #groundbreaking #sungai kunyit #hilirisasi