PONTIANAK POST – Kebakaran hebat melanda kawasan hutan dan lahan gambut di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (8/2) sore. Diperkirakan kurang lebih 12 hektare lahan semak belukar terbakar. Polisi masih menyelidi penyebab kebakaran.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi membenarkan terjadinya karhutla di Desa Galang. Puluhan petugas gabungan dari TNI/Polri, Damkar BPBD hingga Damkar swasta masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan titik-titik api yang terus menyebar luas.
“Lokasi karhutla terdeteksi di Dusun Utara, Desa Galang. Untuk luas lahan yang terbakar, sementara ini diperkirakan kurang lebih 12 hektare,” ungkap Setyadi, Senin (9/2).
Menurut Kapolsek, kobaran api semakin membesar dan menyebar ke lahan-lahan di sekitarnya dengan cepat. Mengingat faktor angin kencang dan panas menyebabkan api dengan mudah merembet ke lingkungan sekitarnya.
“Titik api mencapai pinggir jalan raya dan kawasan pemukiman penduduk. Sehingga, pada beberapa titik jalan raya tertutup asap tebal dengan jarak pandang yang pendek,” tuturnya.
Upaya pemadaman telah dilakukan dengan maksimal. Puluhan petugas gabungan dan masyarakat setempat bahu-membahu memadamkan api hingga tengah malam. Namun, faktor lahan gambut dan angin kencang menyebabkan api sulit dipadamkan.
“Sampai tadi malam, titik api masih terus meluas ke kawasan sekitarnya. Memang api sulit dipadamkan karena faktor lahan gambut. Upaya pemadaman akan dilanjutkan hari ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan, asap tebal menyebabkan sejumlah warga meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mengingat asap yang semakin penyebab berpotensi mengancam kesehatan.
“Tiga warga telah dilarikan ke Puskesmas karena mengalami ISPA. Sejumlah warga juga telah mengungsi ke rumah-rumah kerabatnya untuk menghindari asap tebal di lingkungan tempat tinggalnya,” sebutnya.
Ditanya penyebab kebakaran, Kapolsek belum dapat memastikan. Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap faktor yang memicu terjadinya karhutla di Desa Galang.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Apakah disebabkan faktor tidak sengaja atau ada unsur kesengajaan membuka lahan dengan cara dibakar hingga memicu karhutla semakin meluas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar, BPBD Mempawah, Desvan mengatakan pemadaman karhutla di Desa Galang terus berlanjut. Menurut dia, titik api semakin meluas dan sulit dikendalikan.
“Faktor angin kencang, kekeringan dan titik api yang jauh ditengah hutan menjadi kendala pemadaman karhutla di Desa Galang. Namun, kita tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan dan penanggulangan,”: katanya.
Desvan menghimbau masyarakat di Desa Galang dan sekitarnya agar segera melaporkan kepada petugas jika mendapati titik api yang mengarah ke lingkungan pemukiman. Agar, petugas dapat melakukan langkah antisipasi dengan cepat dan tepat.
“Jika melihat ada titik api yang mendekati pemukiman, segera laporkan kepada petugas. Supaya, kami bisa bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak mencapai rumah penduduk,” pungkasnya. (wah)
Editor : Miftahul Khair