Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Paripurna DPRD Mempawah: Pembangunan Hijau Jadi Prioritas dalam RKPD 2027

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:53 WIB

 

RESES: Ketua DPRD Mempawah menyerahkan berita acara paripurna reses kepada Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi.
RESES: Ketua DPRD Mempawah menyerahkan berita acara paripurna reses kepada Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi.

PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten Mempawah menegaskan komitmennya untuk menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan melalui kehadiran Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Mempawah dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Reses Kedua Anggota DPRD Tahun 2026, yang digelar di Aula DPRD Kabupaten Mempawah, Senin (9/2).

Sidang paripurna ini dinilai strategis oleh pemerintah daerah karena menjadi bagian penting dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027. Tahapan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mempawah 2025–2029 yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Mempawah menetapkan tema RKPD 2027, yakni “Percepatan Pembangunan untuk Kabupaten Mempawah yang Maju dan Berkelanjutan”. Tema ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Mewakili Bupati Mempawah, Wakil Bupati Juli Suryadi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengakomodasi pokok-pokok pikiran DPRD sebagai masukan strategis dalam perumusan kebijakan pembangunan.

“Aspirasi yang diserap anggota DPRD saat reses merupakan suara langsung masyarakat. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur hijau, serta pengelolaan air bersih dan persampahan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memaparkan capaian indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah tercatat mencapai 9,87 persen pada Triwulan III 2025, tertinggi di Kalimantan Barat. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,49 persen.

“Gini Rasio juga mengalami penurunan menjadi 0,254 dan ditargetkan kembali menurun pada 2026, seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mempawah menilai capaian tersebut sebagai hasil dari sinergi yang terus dibangun antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan program pembangunan yang berpihak pada masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin Asra, menyambut baik komitmen pemerintah daerah yang disampaikan dalam sidang paripurna tersebut. Ia menegaskan DPRD akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara optimal dalam RKPD.

“Kami mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati sebagai representasi keseriusan pemerintah daerah. Laporan hasil reses merupakan kebutuhan riil masyarakat di lapangan dan harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Safruddin menambahkan, DPRD berharap program pembangunan ke depan benar-benar menyentuh sektor-sektor dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta lingkungan berkelanjutan sudah sejalan dengan aspirasi yang kami himpun. DPRD siap mengawal agar perencanaan hingga penganggaran berjalan tepat sasaran,” tegasnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #pendidikan #pemerintah #pembangunan hijau #kesehatan