Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam Ras Jadi Penyebab Utama Naiknya Indeks Perkembangan Harga Nasional Februari 2026

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 23 Februari 2026 | 13:03 WIB

Komoditi cabai rawit menjadi salah satu penyumbang kenaikan Indek Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua bulan Februari 2026.
Komoditi cabai rawit menjadi salah satu penyumbang kenaikan Indek Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua bulan Februari 2026.

PONTIANAK POST– Komoditi cabai rawit dan daging ayam ras menjadi penyumbang kenaikan Indek Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua bulan Februari 2026. Bahkan, secara nasional harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,60 persen dan berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring dan diikuti kabupaten dan kota se-Indonesia. Di Kabupaten Mempawah, Rakor diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ismail di Gedung Mempawah Command Center, kemarin.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir menegaskan, pengendalian harga pangan menjadi prioritas utama pemerintah, terlebih pada momentum bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Karena itu, Kemendagri meminta seluruh pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisipatif agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

“Urusan utama kita adalah menjaga agar harga pangan tetap murah dan terjangkau. Kenaikan harga harus diantisipasi sebelum memasuki bulan Ramadan. Ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh aparatur pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Pelayanan Humanis dan Profesional, Polres Singkawang Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Pungli

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya langkah preventif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kecepatan pemerintah daerah dalam merespons dinamika harga di lapangan.

“Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, perkembangan harga pangan nasional pada minggu ke-2 bulan Februari 2026 menunjukkan dinamika yang bervariasi,” tuturnya.

Berdasarkan SP2KP, sebanyak 21 provinsi tercatat mengalami kenaikan IPH, sementara 17 provinsi lainnya mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Kemudian, komoditas utama penyumbang kenaikan IPH di sejumlah provinsi yakni cabe rawit dan daging ayam ras.

“Sementara beberapa komoditas lainnya menunjukkan tren penurunan harga, di antaranya bawang merah turun 5,86 persen, bawang putih turun 0,05 persen, telur ayam ras turun 1,62 persen, serta minyak goreng secara umum turun 0,77 persen. Harga Minyakita tercatat turun 2,87 persen meskipun masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” paparnya.

Menanggapi arahan pemerintah pusat, Sekda Pemkab Mempawah Ismail memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah akan segera menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret di daerah.

Baca Juga: Disbunnak Kalbar Antisipasi Lonjakan Permintaan Pangan Jelang Ramadan

“Arahan Bapak Sekjen Kemendagri menjadi perhatian serius bagi kami. Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memperkuat pemantauan harga dan pasokan bahan pangan strategis, khususnya komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan menjelang Ramadan, seperti cabai dan daging ayam,” ujar Ismail.

Ia menambahkan, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kabupaten Mempawah akan meningkatkan intensitas monitoring harga harian, memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha, menyiapkan langkah intervensi pasar apabila diperlukan, serta memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok pangan. Selain itu, dukungan terhadap program pemerintah pusat, termasuk jaminan produk halal dan perumahan, juga akan dioptimalkan.

“Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Seluruh perangkat daerah terkait akan bergerak cepat sesuai tugas dan kewenangannya,” pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#harga pangan #Jelang ramadan #pengendalian inflasi #Pemerintah Kabupaten Mempawah #Indeks Perkembangan Harga