PONTIANAK POST – Pembukaan Festival Kuala Mempawah 2026 berlangsung semarak dan penuh kemeriahan, kemarin di Taman Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim. Festival yang diselenggarakan oleh Pemuda Kreatif Kuala Mempawah ini berlangsung sejak tanggal 10-14 Maret mendatang.
Tak kurang dari seribuan peserta turut berpartisipasi dalam acara pembukaan Festival Tanglong Kuala Mempawah yang dibuka dan dilepas Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi. Gemerlap warna-warni lampu tanglong menghidupkan suasana malam di Taman Kuala Mempawah. Para peserta mengikuti pawai berjalan kaki melewati rute-rute yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.
Juli mengapresiasi penyelenggaraan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026. Menurutnya, festival tersebut merupakan wujud kreativitas masyarakat dalam rangka menjaga tradisi tanglong yang menjadi bagian dari budaya lokal.
“Dahulu tanglong atau kriang bandong ini umumnya berbentuk bintang, namun kini telah berkembang dengan berbagai desain yang menunjukkan kreativitas masyarakat semakin inovatif,” katanya.
Juli menilai pelestarian nilai seni budaya di masyarakat bukan sekadar tradisi, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kekompakan serta kebersamaan elemen masyarakat.
“Festival tanglong ini menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut malam-malam penuh keberkahan, termasuk malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar,” pendapatnya.
Meski demikian, dia mengingatkan masyarakat agar tidak lalai dalam melaksanakan ibadah ditengah kemeriahan Festival Tanglong. Sebab, Ramadan merupakan kesempatan terbaik untuk meningkatkan amal ibadah.
“Silakan bergembira, tetapi jangan sampai meninggalkan salat, Tarawih, maupun ibadah lainnya. Karena, Ramadan menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk memperbanyak amal ibadah,” pesannya.
Ketua Panitia Festival Tanglong, Yudi Sumanjaya menjelaskan, festival tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi Pemuda Kreatif Kuala Mempawah sejak tahun 2015. Tujuannya, untuk melestarikan tradisi masyarakat pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan.
“Dulu, tanglong atau kriang bandong ini dibuat dari batok kelapa yang diberi pelita sebagai penerangan. Seiring perkembangan zaman, masyarakat mulai berkreasi membuat tanglong dengan berbagai bentuk dan karakter yang menarik,” terangnya.
Menurut Yudi, festival tanglong dimaksudkan untuk menjaga serta melestarikan budaya alat penerangan tradisional yang hampir hilang akibat perkembangan teknologi dan alat penerangan modern. Disamping itu, festival tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal budaya lokal.
“Melalui festival ini, kami ingin mengajak generasi muda di Kabupaten Mempawah untuk mencintai serta melestarikan berbagai permainan, alat, dan kegiatan tradisional yang menjadi identitas daerah,” harapnya.
Pembukaan Festival Tanglong Kuala Mempawah 2026 turut dihadiri Kepala OPD Pemkab Mempawah, Forkopimda, Forkopimcam Mempawah Timur, Lurah Pasir Wan Salim, Kepala Desa Pasir Panjang, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (wah)
Editor : Hanif