PONTIANAK POST – Sempat tertunda karena cuaca, acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah berlangsung sukses dan lancar. Ratusan orang berpartisipasi dalam acara nobar di Taman Waterfront Mempawah itu, Sabtu (23/5) malam.
Para peserta nobar terdiri dari mahasiswa, pemuda, hingga masyarakat umum di Kota Mempawah dan sekitarnya. Sejak awal penayangan film yang mengangkat isu kerusakan alam dan lingkungan di Provinsi Papua itu mendapatkan sambut antusias dari para peserta nobar.
Edukasi Generasi Muda
Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan, Muslim menyampaikan kegiatan nobar ditujukan untuk membangun kesadaran sosial serta meningkatkan budaya diskusi di kalangan generasi muda.
“Tujuan nobar film Pesta Babi ini bukan hanya sekedar menonton bersama, melainkan ruang refleksi dan edukasi bagi generasi muda agar lebih peka terhadap realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat hari ini,” tegas Muslim.
Ia menambahkan, HMI Mempawah Melalui Bidang PTKP berkomitmen menghadirkan kegiatan positif yang mampu memperkuat daya kritis mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Mempawah.
Nobar Jilid II
“Insyaallah pada tanggal 1 Juni nanti, kami kembali melaksanakan nobar Film Pesta Babi Jilid II di Sungai Pinyuh tepatnya di kawasan Patoka. Kegiatan ini terbuka untuk umum, dan kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut hadir dan meramaikan acara nobar tersebut,” serunya.
Acara nobar film Pesta Babi di Kota Mempawah berlangsung tertib, aman dan lancar. Bahkan, para peserta nobar memberikan apresiasi. Sebab, film tersebut memberikan edukasi dan pengetahuan tentang dampak kerusakan alam dan lingkungan akibat proyek pemerintah.
Pada sejumlah daerah, acara nobar film Pesta Babi mendapatkan pertentangan bahkan dibubarkan secara paksa oleh aparat berwenang. Karena, film tersebut dianggap dapat menimbulkan perpecahan dikalangan masyarakat. (wah)
Editor : Hanif