PONTIANAK POST – Harapan panjang masyarakat Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, akhirnya mulai terwujud. Setelah menanti hampir 10 tahun, pembangunan Jembatan Garuda resmi dimulai pada Senin (25/5) melalui program pemerintah yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia.
Pembangunan jembatan berukuran 5 meter x 5 meter tersebut disambut antusias warga. Infrastruktur itu selama ini menjadi jalur vital yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah hingga menjadi jalur alternatif menuju pusat kota.
Sejak pagi, proses pengerjaan mulai dilakukan dengan melibatkan personel Kodim 1201/Mempawah bersama warga setempat. Nuansa gotong royong tampak mewarnai kegiatan pembangunan, di mana masyarakat dan aparat TNI bekerja bersama memulai pembangunan yang telah lama dinantikan.
Pasiter Kodim 1201/Mempawah, Kapten Czi Kiki Gunawan, yang hadir meninjau pelaksanaan pekerjaan mengatakan pembangunan Jembatan Garuda menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Prihatin Jembatan Ambruk di Kubu Raya, Minta Penanganan Segera
“Melalui program Bapak Presiden Republik Indonesia, pembangunan Jembatan Garuda resmi dimulai hari ini. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan nantinya jembatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, dimulainya pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi warga sekitar, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
"Keberadaan jembatan baru itu nantinya akan membantu mempercepat akses transportasi warga, sekaligus menciptakan rasa aman dan kenyamanan dalam beraktivitas," harap Pasiter.
Sementara itu, Ketua RT 02 Kelurahan Tanjung, Suryadi, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan yang telah lama dinanti masyarakat.
"Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat rampung sesuai rencana, sehingga mampu mendukung kelancaran aktivitas warga sekaligus memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lingkungan sekitar," tuturnya.
Baca Juga: Wagub Kalbar Bantu Rp1 Miliar untuk Pembangunan Aula Paroki Pemangkat di Kabupaten Sambas
Ia melanjutkan, kondisi jembatan sebelumnya sudah cukup lama menjadi perhatian warga karena menjadi jalur penting bagi aktivitas harian.
“Alhamdulillah, penantian hampir 10 tahun akhirnya mulai terjawab. Kami berterima kasih karena pembangunan ini benar-benar sangat dibutuhkan warga. Harapan kami pengerjaannya bisa cepat selesai agar segera dimanfaatkan,” katanya. (wah)
Editor : Hanif