Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Vihara Tjhie San Thong Terancam Dibongkar, Tokoh Masyarakat Minta Keaslian Dijaga

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:07 WIB
Kondisi bangunan Vihara Tjhie San Thong yang kabarnya akan dibongkar dan dibangun ulang.
Kondisi bangunan Vihara Tjhie San Thong yang kabarnya akan dibongkar dan dibangun ulang.

PONTIANAK POST Sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa menolak rencana pembongkaran bangunan Vihara Tjhie San Thong di Jalan Daeng Menambon, Kota Mempawah. Mereka menilai bangunan bersejarah berusia 180 tahun itu hendaknya dijaga dan dilestarikan keasliannya.

“Saya mendapatkan kabar kalau bangunan Vihara Tjhie San Thong ini akan dirobohkan dan akan dibangun dengan konsep atau arsitektur baru. Secara pribadi, saya tidak setuju dan menolak rencana pembongkaran ini,” tegas mantan anggota DPRD Mempawah, Amelia saat berkunjung ke Vihara Tjhie San Thong, belum lama ini.

Amelia yang juga tokoh masyarakat Tionghoa di Kota Mempawah itu mengaku prihatin dengan rencana pembangunan ulang Vihara Tjhie San Thong. Dia menyarankan agar bangunan vihara hanya dilakukan rehabilitasi, tanpa merusak keaslian bangunan bersejarah itu.

“Akan lebih baik jika bangunan vihara ini hanya direhabilitasi pada beberapa bagian yang dinilai perlu dilakukan perbaikan. Sementara bangunan utama yang masih bagus hendaknya tetap dijaga keasliannya,” sarannya.

Baca Juga: Sopir Truk Keluhkan Solar Langka, Minta Penegak Hukum Tindak Penimbunan BBM Subsidi

Lebih lanjut, Amelia menyebut, kalaupun pembangunan baru tetap dipaksakan, sebaiknya bangunan didirikan pada disisi lain di sekitaran Komplek Vihara Tjhie San Thong.

“Lahan yang dimiliki vihara ini masih sangat luas sekitar 2 hektar. Silahkan bangunan baru tersebut dibangun di areal sekitar vihara. Jadi tidak perlu dilakukan pembongkaran terhadap bangunan asli Vihara Tjhie San Thong,” tuturnya.

Masih disampaikan Amelia, dirinya mendukung jika pembangunan baru tersebut untuk menambah fasilitas di komplek Vihara Tjhie San Thong. Misalnya, membangun fasilitas toilet, kamar mandi dan lainnya. Agar, masyarakat yang melaksanakan ibadah atau sedang berkunjung dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Contohnya seperti klenteng bersejarah di Kota Singkawang, mereka hanya membangun fasilitas pendukung tanpa membongkar bangunan asli. Harusnya kita juga melakukan hal seperti itu, sehingga keaslian bangunan bersejarah ini tetap terjaga dan dilestarikan,” sarannya.

Amelia mengharapkan campur tangan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk menyelamatkan aset bersejarah Vihara Tjhie San Thong. Dia minta agar instansi terkait dapat mempertahankan nilai sejarah dan budaya Vihara Tjhie San Thong. Sebab, Vihara Tjhie San Thong merupakan bagian dari sejarah masuknya masyarakat Tionghoa di Kabupaten Mempawah.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Kebut Proyek SPALD-T untuk Wujudkan Revolusi Sanitasi Kota

“Jika jejak sejarah ini dihilangkan, maka generasi kita tidak akan tahu asal usul leluhurnya. Padahal, identitas sejarah ini sangat penting untuk kehidupan generasi mendatang,” tegasnya.

Keberadaan Vihara Tjhie San Thong bukan sekedar bangunan tempat ibadah, melainkan bukti sejarah kedatangan masyarakat Tionghoa di wilayah Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat pada masa kolonial Belanda.

Vihara ini memiliki warisan sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Tionghoa Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalimantan Barat umumnya. Bahkan, Vihara Tjhie San Thong disebut sebagai simbol kerukunan dan toleransi masyarakat lintas etnis di Kabupaten Mempawah. Dan kabar yang beredar dikalangan masyarakat Tionghoa di Kota Mempawah, lingkungan Vihara Tjhie San Thong sempat menjadi tempat bermainnya Gubernur Kalbar, Ria Norsan semasa kecilnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #pembongkaran #warisan #tokoh tionghoa #vihara