PONTIANAK POST — Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Anjongan–Mandor, tepatnya di depan Gua Maria Anjongan, Kabupaten Mempawah, Rabu (1/7) sekitar pukul 05.30 WIB. Sebuah pikap pengangkut durian terbalik setelah diduga hilang kendali. Insiden tersebut mengakibatkan seorang penumpang meninggal dunia.
Kapolsek Anjungan IPTU Andrianto, SH., MH., mengatakan kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan Daihatsu Grand Max KB 8170 LD yang dikemudikan Riki. Pikap itu melaju dari Kabupaten Landak menuju Sungai Pinyuh.
"Setibanya di depan Gua Maria Anjongan, kendaraan diduga keluar jalur ke sisi kiri jalan, menabrak pohon, kemudian terguling di tepi parit dengan posisi terbalik," ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan awal, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan. Andrianto mengapresiasi kepedulian warga sekitar lokasi yang segera mengevakuasi pengemudi dan penumpang yang terjepit di dalam kabin. Mereka juga menyusun balok kayu di sepanjang badan kendaraan agar pikap tidak semakin masuk ke dalam parit.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Penumpang, Yanto (29), warga Desa Sailo, Kecamatan Mempawah Hulu, dinyatakan meninggal dunia akibat cedera berat di bagian kepala, sedangkan Riki mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Andrianto mengimbau masyarakat memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum berkendara, terutama saat perjalanan dini hari atau pagi hari.
"Jangan memaksakan diri mengemudi ketika merasa lelah atau mengantuk. Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," tegasnya. (wah)
Editor : Hanif