Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Angka Stunting di Sompak Masih 12 Persen, Bupati Karolin Ajak Orang Tua Utamakan Protein Lokal

Miftahul Khair • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:20 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Sompak, Selasa (7/7). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa meninjau kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Sompak, Selasa (7/7). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengingatkan para orangtua di Kecamatan Sompak agar lebih memperhatikan pola makan anak sebagai langkah mencegah stunting dan berbagai penyakit yang dipicu konsumsi makanan tidak sehat. Pesan tersebut disampaikan Karolin saat menghadiri kegiatan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas Sompak, Kabupaten Landak, Selasa (7/7).

Menurut Karolin, kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh asupan gizi sejak usia dini. Karena itu, ia meminta para orangtua tidak menganggap remeh kebiasaan memberikan makanan instan maupun jajanan yang rendah kandungan gizi kepada anak.

"Kenapa Ibu Bupati cerewet soal makan? Karena makan ini menentukan kualitas manusia. Mau jadi manusia apa dia, manusia berkualitas atau tidak, tergantung apa yang dimakan," tegas Karolin di hadapan warga dan tokoh masyarakat Kecamatan Sompak.

Baca Juga: Bupati Karolin Ajak Warga Gotong Royong Cegah Stunting dan Penyakit Lingkungan

Ia mengungkapkan, angka stunting di Kecamatan Sompak masih mencapai sekitar 12 persen. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah masih rendahnya pemahaman mengenai pemberian gizi yang tepat sejak bayi, termasuk kebiasaan memberikan makanan padat sebelum waktunya dan kurangnya asupan protein ketika anak memasuki masa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).

Karolin mengajak masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sebagai sumber protein bagi anak. Ia juga mengimbau agar konsumsi makanan olahan seperti sosis, nugget, serta jajanan tinggi gula, garam, dan minuman berpemanis dikurangi.

Menurutnya, telur, sayur pakis, hingga siput atau keong mas yang banyak ditemukan di persawahan dapat menjadi pilihan pangan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.

"Lebih baik kasi dia telur rebus daripada dia makan cilok. Lebih baik kasih dia telur goreng daripada dia minum soda atau pop ice," imbau Karolin.

Baca Juga: Bupati Karolin Edukasi Warga Sengah Temila Soal Gizi dan Pentingnya Pendidikan Anak

Ia juga mengingatkan dampak jangka panjang dari kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan garam sejak usia dini. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan ginjal.

"Masih muda-muda sudah harus cuci darah. Kenapa? Ya karena kebiasaan hidup, makan terlalu asin karena jajanan, makan terlalu manis karena jajanan," paparnya.

Selain membahas kesehatan anak, Karolin mengajak masyarakat menjaga fasilitas kesehatan yang telah dibangun pemerintah, termasuk Puskesmas Sompak. Ia meminta warga menyampaikan kritik atau keluhan terhadap pelayanan melalui jalur yang tepat tanpa merusak fasilitas umum.

Baca Juga: Warga Pontianak Kini Bisa Cek Kesehatan Gratis Tanpa Harus Datang ke Puskesmas

"Tolong ya Bapak Ibu dijaga fasilitas kita bersama. Kita perlu tempat ini, mau melahirkan, bawa anak demam. Kalau ada pelayanan yang kurang baik, sampaikan. Jangan dikit-dikit dirusak. Ini kan pakai uang pemerintah, uang masyarakat, yang pakai ramai-ramai," pungkas Karolin.

Menutup kegiatan, Bupati Landak turut memberikan motivasi kepada kepala desa beserta perangkatnya agar tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, meski saat ini pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran untuk pembangunan fisik. (mif/r)

Editor : Hanif
#protein #stunting #Sompak #Orang tua #bupati karolin