Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Rumah Adat Turun Temurun di Mempawah Kian Lapuk dan Kosong, Cagar Budaya Ini Menanti Perhatian

Silvina • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:06 WIB
Ilustrasi Rumah Adat Turun Temurun di Desa Mendalok Mempawah yang Kini Kian Memprihatinkan
Ilustrasi Rumah Adat Turun Temurun di Desa Mendalok Mempawah yang Kini Kian Memprihatinkan

 

PONTIANAK POST – Kondisi Rumah Adat Turun Temurun di Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kini semakin memprihatinkan. Bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut sudah tidak lagi dihuni dan mulai terlihat lapuk akibat dimakan usia.

Padahal, rumah bersejarah itu merupakan bangunan pertama yang berdiri di Desa Mendalok dan menjadi salah satu saksi awal terbentuknya permukiman di kawasan tersebut.

Dulu Masih Dihuni, Kini Sudah Kosong

Baca Juga: Kisah Rumah Pertama di Desa Mendalok Mempawah, Warisan Perantau Sambas yang Dihuni Hingga Generasi Ketiga

Perubahan kondisi rumah terlihat jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

Dalam dokumentasi yang diunggah kanal YouTube Jalan Tikus Adventure sekitar tujuh tahun lalu, rumah tersebut masih tampak dihuni. Saat itu masih terlihat adanya voucher atau token listrik, yang menunjukkan aliran listrik di rumah masih aktif digunakan oleh penghuninya.

Kini, kondisi itu sudah berbeda. Berdasarkan dokumentasi terbaru yang dibagikan akun TikTok @jelajahkuy_, rumah tersebut sudah kosong. Tidak tampak lagi tanda-tanda aktivitas penghuni, sementara bangunannya terlihat semakin tua dan mulai mengalami pelapukan di sejumlah bagian.

Baca Juga: Pesona Tersembunyi Wisata Religi dan Budaya di Mempawah yang Jarang Diketahui

Perabot Lama Masih Tersisa

Meski tidak lagi ditempati, sejumlah benda yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan penghuni rumah masih berada di lokasi.

Di teras rumah masih terdapat satu buah meja dan dua kursi panjang yang tersusun di bagian depan bangunan.

Baca Juga: Sebelum Jadi Situs Sejarah, Benteng Kota Batu Mempawah Pernah Jadi Tameng Penguasa Kerajaan

Di atas teras masih terpasang sebuah lampu, sementara akses menuju rumah tetap menggunakan satu tangga utama khas rumah panggung Melayu.

Pada bagian depan rumah juga masih terlihat satu pintu utama yang memiliki dua daun pintu, serta hiasan kepala hewan bertanduk yang masih menggantung sebagai ornamen bangunan.

Keberadaan perabot dan ornamen tersebut menjadi jejak yang mengingatkan bahwa rumah ini pernah menjadi tempat tinggal beberapa generasi keluarga pendirinya.

Baca Juga: Benteng Kota Batu di Mempawah Infonya Terbuat dari Pasir Pantai, Ini Keunikannya

Berstatus Cagar Budaya

Rumah Adat Turun Temurun bukan sekadar bangunan tua. Rumah ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah penting bagi Kabupaten Mempawah.

Rumah tersebut dibangun pada tahun 1895 oleh Husin bin Andil, seorang perantau asal Kabupaten Sambas yang mendapat tugas membuka kawasan yang kemudian berkembang menjadi Desa Mendalok.

Baca Juga: Ketua DPD RI  Pernah Tinjau Benteng Kota Batu Mempawah, Bukti Pentingnya Warisan Sejarah Kerajaan

Bangunan itu juga pernah dihuni oleh M. Yakin, generasi ketiga dari keluarga pendirinya, sebelum akhirnya ditinggalkan beberapa tahun lalu.

Diharapkan Mendapat Perhatian

Melihat kondisinya yang semakin lapuk, sejumlah konten kreator menilai Rumah Adat Turun Temurun ini memerlukan perhatian serius agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

Baca Juga: Menelusuri Batu Cap Sukadana, Warisan Purbakala yang Masih Menyimpan Banyak Misteri

Sebagai cagar budaya sekaligus bangunan pertama di Desa Mendalok, rumah ini memiliki nilai sejarah yang penting untuk terus dilestarikan. Upaya perawatan dan konservasi diharapkan dapat menjaga keaslian bangunan sehingga warisan sejarah tersebut tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. 

Editor : Silvina
rumah adat turun temurun cagar budaya mempawah rumah tua di mendalok rumah bernilai sejarah tinggi pemukiman pertama