PONTIANAK POST - Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat, Susanto, menegaskan pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pendidikan karakter di sekolah.
Hal itu disampaikan usai DPW LDII Kalbar bersama MTs Khairul Hikmah Mempawah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Gerakan Madrasah Cinta dan Berbudaya Lingkungan (Gema Cling), Minggu (2/8).
Menurut Susanto, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi yang memiliki kesadaran menjaga lingkungan melalui pembiasaan di lingkungan madrasah.
"Program ini menjadi ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter peduli lingkungan. Sekolah merupakan tempat yang tepat menanamkan kesadaran tersebut sejak dini melalui pendidikan karakter dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia mengatakan, LDII Kalbar memiliki komitmen dalam pengabdian di bidang lingkungan hidup. Upaya menjaga kelestarian alam, kata dia, sejalan dengan nilai ajaran Islam tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Sementara itu, Kepala MTs Khairul Hikmah Mempawah, M. Shirajudin, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pihak madrasah telah lama berupaya mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan menuju predikat Adiwiyata.
"Kerja sama ini menjadi motivasi sekaligus dukungan bagi kami untuk mengembangkan berbagai program peduli lingkungan di madrasah. Kami berharap seluruh warga sekolah dapat terlibat aktif sehingga budaya mencintai lingkungan benar-benar tumbuh dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Baca Juga: LDII Kalbar Dukung Jam Malam Anak Sesuai Perwa Nomor 22 Tahun 2025
Melalui program Gema Cling, LDII Kalbar dan MTs Khairul Hikmah akan menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, sosialisasi, penghijauan, pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga madrasah, hingga penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keislaman.Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (wah)
Editor : Miftakhair