PONTIANAK POST – Perayaan Festival Robo-Robo 2026 di Kabupaten Mempawah bukan hanya menjadi momentum untuk merawat tradisi budaya. Tetapi juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban, keamanan, kekompakan, dan kebersihan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Abdul Malik saat membuka Pasar Rakyat Festival Robo-Robo 2026 di Area Pelabuhan Kuala, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu (1/8) 2026.
Pesan itu menjadi penting di tengah semaraknya rangkaian Robo-Robo yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak dalam perayaan tradisi budaya tahunan Kabupaten Mempawah.
Baca Juga: Robo-Robo Mempawah Tak Sekadar Lestarikan Budaya, Ekonomi UMKM Lokal Ikut Bergeliat
Robo-Robo Bukan Sekadar Perayaan Tahunan
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Malik mengingatkan bahwa Robo-Robo memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda tahunan.
Ia menyebut Robo-Robo sebagai Warisan Budaya Takbenda yang mengandung nilai sejarah dan spiritualitas. Tradisi tersebut juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Baca Juga: Pesan Nelayan Kuala Secapah, Generasi Muda Harus Jaga Warisan Robo-robo Mempawah
Karena itu, pelaksanaan Robo-Robo perlu dijaga bersama agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap terpelihara.
Menurut Abdul Malik, masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman.
“Mari kita jaga kekompakan, keamanan, dan kebersihan selama terselenggaranya Pasar Rakyat Festival Robo-Robo ini,” ajaknya, dikutip dari Instagram resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah.
Baca Juga: Dari Makan Safar hingga Festival Budaya, Robo-robo Mempawah Terus Berkembang Selama Tiga Abad
Budaya Terjaga, Ekonomi Masyarakat Ikut Bergerak
Selain menyampaikan pesan mengenai ketertiban, Abdul Malik juga menyoroti manfaat ekonomi yang hadir bersamaan dengan pelaksanaan Festival Robo-Robo 2026.
Pasar rakyat yang menjadi bagian dari festival tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk memasarkan produk mereka.
Baca Juga: Dari Makan Safar hingga Festival Budaya, Robo-robo Mempawah Terus Berkembang Selama Tiga Abad
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merawat dan melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi kerakyatan. Kebudayaan dan perekonomian harus terus berjalan berdampingan,” katanya.
Menurut dia, tradisi Robo-Robo membawa nilai spiritual, sementara keberadaan pasar rakyat dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan demikian, semarak Robo-Robo tidak hanya diukur dari ramainya kegiatan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga nilai budaya sekaligus menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman.
Baca Juga: Hampir 300 Tahun Bertahan, Apa Rahasia Tradisi Robo-robo Mempawah Tetap Hidup hingga Kini?
Ajak Masyarakat Menjaga Warisan Budaya
Pesan Abdul Malik tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau panitia.
Masyarakat sebagai bagian dari tradisi memiliki peran penting dalam menjaga suasana selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Bukan Meja Mewah, Saprahan Robo-robo Mempawah Punya Pesan Leluhur: Semua Duduk Bersama
Kekompakan, keamanan, dan kebersihan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan perayaan Robo-Robo yang baik dan berkesan.
Dalam pembukaan Pasar Rakyat Festival Robo-Robo 2026 tersebut, turut hadir Kepala Pengadilan Negeri Mempawah Praditia Danindra, sejumlah kepala perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, panitia, dan berbagai pihak, Festival Robo-Robo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Mempawah.
Editor : Silvina