Robo-Robo di Gang Reformasi: Merawat Tradisi dan Menjaga Kebersamaan Warga

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:10 WIB
Suasana kebersamaan Robo-Robo di Gang Reformasi Sungai Pinyuh.
Suasana kebersamaan Robo-Robo di Gang Reformasi Sungai Pinyuh.

Suasana kebersamaan terasa di Gang Reformasi RT 05/RW 01, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu (12/8) pagi. Warga setempat berkumpul dan menggelar doa bersama sebagai bagian dari tradisi Robo-Robo yang hingga kini masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Wahyu Ismir-Sungai Pinyuh 

Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tradisi Robo-Robo menjadi salah satu ruang bagi warga untuk kembali berkumpul. Tidak sekadar menghadirkan kegiatan budaya, momentum tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk memanjatkan doa dan memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Warga yang beragama Islam secara bersama-sama mengikuti rangkaian doa. Dengan penuh khidmat, mereka memohon agar lingkungan tempat tinggal mereka senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta dijauhkan dari berbagai bentuk musibah dan marabahaya.

Baca Juga: Robo-Robo 2026 Mempawah Kian Semarak, 1000 Ketupat Disaprahkan di Waterfront

Tokoh masyarakat Gang Reformasi, Rinto, mengatakan Robo-Robo merupakan tradisi masyarakat Melayu Kabupaten Mempawah yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain menjaga budaya, kegiatan tersebut menjadi sarana memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT.

“Ini adalah budaya kita yang setiap tahun kita laksanakan. Dalam momen Robo-Robo ini kita membaca doa selamat, memohon perlindungan kepada Allah SWT,” ujar Rinto.

Menurutnya, Robo-Robo tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ikhtiar batin masyarakat agar lingkungan tempat tinggal mereka dijauhkan dari musibah dan marabahaya.

“Kita minta ke depannya kampung kita dijauhkan dari marabahaya,” katanya.

Baca Juga: Robo-Robo 2026, Ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon Jadi Pengingat Sejarah Mempawah

Rinto menyebut antusiasme warga mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan tradisi Robo-Robo masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Warga, khususnya yang beragama Islam, bersama-sama turun ke jalan dan mengikuti doa dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Seluruh masyarakat terlibat, turun ke jalan, khusus yang beragama Islam. Makna daripada Robo-Robo ini adalah berdoa tolak bala,” jelasnya.

Selain nilai religius, tradisi tersebut juga memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi antarwarga. Momentum Robo-Robo menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling bertemu sekaligus menjaga warisan budaya yang diwariskan para pendahulu.

Rinto berharap tradisi tersebut terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, Robo-Robo tidak hanya tentang mengulang kegiatan setiap tahun, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan agar tetap tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Di Gang Reformasi, tradisi Robo-Robo kembali dilaksanakan secara sederhana. Warga berkumpul dan berdoa bersama dengan harapan lingkungan mereka senantiasa diberi ketenteraman, keselamatan, serta dijauhkan dari segala marabahaya. (*)

Editor : Miftakhair
Sungai Pinyuh robo robo warga tradisi