Karhutla Mempawah Capai 6.144 Hektare, Bupati Erlina Minta Deteksi Dini Diperkuat

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:56 WIB
Bupati Mempawah, Erlina mengecek peralatan dan kelengkapan petugas.
Bupati Mempawah, Erlina mengecek peralatan dan kelengkapan petugas.

PONTIANAK POST – Bupati Mempawah, Erlina meminta seluruh unsur memperkuat deteksi dini dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul luas lahan terdampak di Kabupaten Mempawah mencapai 6.144 hektare hingga Agustus 2026. 

“Karhutla bukan hanya persoalan api yang harus dipadamkan, tetapi ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan yang harus dicegah, dideteksi dan ditangani sedini mungkin,” katanya saat memimpin apel siaga dan gelar pasukan penanganan bencana asap akibat karhutla di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Rabu (26/8).

Menurut Erlina, apel tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang berdampak terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga: Antisipasi Karhutla, Polres Landak Siagakan Personel dan Pantau Hotspot 24 Jam

Ia menyebut, luas karhutla di Kalimantan Barat sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 38.310,86 hektare, dengan 6.144 hektare di antaranya berada di Mempawah.

Erlina meminta BPBD, Damkar, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan memperkuat koordinasi, patroli, kesiapan personel dan peralatan.

“Bapak Presiden juga mengingatkan tindakan dini pada setiap hot spot. Kita tidak boleh menunggu hot spot berkembang menjadi titik api, kemudian menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.

Erlina juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mencegah pembakaran lahan. Menurutnya, pencegahan harus berjalan bersama dengan pemadaman dan penegakan hukum.

Baca Juga: Karhutla Sungai Pinyuh Diperkuat Lintas Sektor, Posko Diminta Segera Dibentuk untuk Antisipasi

“Penjagaan, pemadaman, edukasi dan penegakan hukum harus berjalan bersama-sama,” tegasnya.

Usai apel, Erlina bersama Staf Ahli KSAD Brigjen TNI Washington Simanjuntak, Forkopimda, BPBD dan unsur terkait meninjau salah satu titik panas di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

Ia meminta setiap titik api segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak asap bagi masyarakat. (wah)

Editor : Miftakhair
mempawah titik panas penanganan karhutla bupati