PONTIANAK POST - Ratusan warga Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, melaksanakan Salat Istisqa di tengah kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di lapangan mini soccer AMC, Jalan Pendidikan, Sungai Pinyuh, Kamis (3/9) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga. Camat Sungai Pinyuh, Ngatmo, mengatakan Salat Istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.
“Salat Istisqa ini merupakan salah satu upaya kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Sungai Pinyuh juga terdampak kekeringan dan kabut asap karena sudah beberapa bulan tidak turun hujan,” kata Ngatmo.
Baca Juga: Salat Istisqa di Sekolah Mujahidin Pontianak, Pelajar Berharap Hujan dan Belajar Tatap Muka Kembali
Menurutnya, hujan sangat dinantikan masyarakat, bukan hanya untuk mengatasi kekeringan, tetapi juga membantu membersihkan udara dari kabut asap yang dirasakan warga. Namun, Ngatmo mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan hujan. Upaya mencegah munculnya sumber asap harus dilakukan bersama, terutama selama musim kemarau.
“Masyarakat untuk saat ini kami imbau tidak membakar sampah. Ini salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak asap,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut Ngatmo, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini.
“Jangan membuang sampah sembarangan. Ini juga perlu kita edukasikan kepada anak-anak sejak dini, sehingga mereka terbiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Baca Juga: 350 Umat Muslim Singkawang Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla
Ia juga mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan dinilai dapat memicu titik api dan memperparah kabut asap.
Salat yang dipimpin Ustaz Marzuki Kadri sebagai imam dan khotbah oleh Ustaz Bustomi Busiri itu berlangsung khidmat. Bagi masyarakat Sungai Pinyuh, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual sekaligus pengingat untuk bersama-sama menjaga lingkungan di tengah kemarau panjang. (wah)
Editor : Miftakhair