Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pembebasan Lahan Lanjutan Paralel Jalan Sungai Jawi

Super_Admin • Kamis, 26 September 2019 | 09:16 WIB
DILANJUTKAN: Alat berat mengeruk tanah di Sungai Jawi untuk dibikin jalan meneruskan jalan yang sudah dibuat sebelumnya. Pekerjaan yang menelan dana Rp22 miliar ini, ditargetkan rampung di bulan Desember mendatang. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST
DILANJUTKAN: Alat berat mengeruk tanah di Sungai Jawi untuk dibikin jalan meneruskan jalan yang sudah dibuat sebelumnya. Pekerjaan yang menelan dana Rp22 miliar ini, ditargetkan rampung di bulan Desember mendatang. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST
PONTIANAK - Proses pembebasan lahan lanjutan jalan paralel Sungai Jawi yang masih terputus terus dilakukan Pemerintah Pontianak pada sebagian kecil masyarakat yang masih enggan memberikan lahannya buat kepentingan pembangunan. Demikian dikatakan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu kemarin.

“Selasa lalu, saya bertemu dengan masyarakat yang lahannya terkena pembebasan lahan buat pembangunan lanjutan Jalan Paralel Sungai Jawi. Dari pertemuan itu, memang sebagian kecil warga masih enggan memberikan lahan untuk pembangunan jalan paralel. Tapi pendekatan terus dilakukan oleh tim. Saya yakin semua akan berjalan sesuai harapan,” ungkap Edi.

Dalam pembebasan lahan buat pembangunan jalan. Memang dalam pelaksanaan di lapangan tidak mudah. Contohnya seperti pembebasan lahan di Jalan Dr Sutomo dulu, memakan waktu lumayan lama. Namun setelah dilakukan berbagai pendekatan, akhirnya pelebaran jalan pun bisa tercapai.

Apa yang terjadi pada pelaksanaan pengerjaan jalan paralel Sungai Jawi sama dengan pembebasan lahan di Jalan Dr Sutomo. Pasalnya tidak semua warga mau memberikan lahannya untuk digunakan buat kepentingan umum. Apalagi lanjut dia, Pemerintah Pontianak tidak mengalokasikan anggaran buat pergantian tanah. “Karena pergantian uang itu hanya untuk bangunan dan pagar saja,” ungkapnya.

Dijelaskan Edi, apabila pengerjaan jalan paralel sepanjang Sungai Jawi sudah selesai. Dampak positif bagi warga adalah meningkatnya harga jual aset bangunan dan lahan disitu.

PR-nya sekarang, tinggal pendekatan Pemerintah pada warga yang masih enggan memberikan lahannya buat kepentingan umum. Saat ini pendekatan masih terus dilakukan oleh tim dari Bappeda Camat dan Lurah setempat.

Ditanya persentase keseluruhan warga yang menyetujui lahannya buat dibangunkan jalan paralel dirinya belum bisa menyebutkan secara pasti. “Kalau itu, kami mau hitung dulu jumlah penduduknya di sana. Pastinya sebagian warga sudah setuju. Pun ke depan harga jual aset mereka ketika dijual akan tinggi dibanding sekarang. Apa yang kami lakukan sekaligus mempercantik lingkungan warga,” katanya,

“Target saya Desember ini sudah bisa selesai.”(iza) Editor : Super_Admin
#pembebasan lahan #jalan paralel