Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Sejak berdirinya rumah sakit ini tahun 2012, rumah sakit yang berada di Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat ini telah terakreditasi peringkat dasar tahun 2016. Survei akreditasi kali ke dua tahun 2019 telah dilaksanakan September lalu. Dengan semangat dan komitmen segenap komponen, rumah sakit yang saat ini dipimpin Direktur Dokter Johnson berhasil mencapai target, tingkat paripurna.
Rumah sakit ini pun telah menjadi ikon pelayanan kesehatan kebanggaan masyarakat kota. Beragam capaian keberhasilan. Mulai dari Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Untuk Rawat Jalan Tahun 2014, Pemenang ke 5 Kategori Hospital Family Planning Tahun 2015, Runner Up Persi Award Ihma Tahun 2015, Top 35 Inovasi Pelayanan Publik “Rumah Sakit Anti Diskriminasi” Tahun 2016, Terakreditasi “Dasar” Oleh Kars Tahun 2016. Kemudian Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik Tahun 2017, Peserta United Nations Public Service Award tahun 2018, Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik Tahun 2018. Rumah sakit ini juga mendapatkan penghargaan Public Service Of The Year Tahun 2019, Top 99 Inovasi Pelayanan Publik “Cegah Simanis Yang Berujung Kronis” Tahun 2019, serta Terakreditasi “Paripurna” oleh KARS Tahun 2019.
Johnson mengatakan, inovasi terus dilakukan mulai dari pelayanan rumah sakit anti diskriminasi, pendaftaran rawat jalan online, Sippandumas Kalkun online, e-rekam medis dan e-resep. Dibuka pula layanan rawat jalan sore hari, layanan rawat inap setera kelas. Rumah sakit ini juga menjadi pilot project penerapan SCF di Kalbar, wadah studi tiru untuk berbagi ilmu pengalaman di bidang pelayanan kesehatan. Rencana inovasi tahun 2020 yakni pelayanan tumbuh kembang, geriatri, green hospital, ibu dan anak serta OK Central.
Memiliki sumber daya manusia terlatih dan andal dibidangnya. Terdiri dari Manajerial (pejabat Struktural) 12 orang, dokter spesialis 28 orang, dokter umum 24 orang, dokter gigi 4 orang, keperawatan 228 orang, kebidanan 38 orang, kefarmasian 40 orang, kesehatan lainnya 63 orang, dan fungsional umum 127 orang. Instalasi rawat jalan dilayani dokter spesialis penyakit dalam, saraf, bedah, anak, obsetri dan ginekologi, THT mata, bedah saraf, paru, konservasi gigi, konservasi gigi anak, penyakit mulut, kulit dan kelamin, rehabilitasi medik, dan orthopedi. Tersedia pula klinik edukasi Diabete mellitus, pelayanan poli sore untuk penyakit dalam dan saraf.
Rumah sakit ini juga menyediakan instalasi rawat inap. Ruang Mawar setara kelas 3 dengan 64 tempat tidur. Ruang Melati setara kelas 2 dengan 28 tempat tidur.Ruang Kenanga setara kelas 1 dengan 10 tempat tidur. Ruang Kasturi setara kelas VIP dengan 2 tempat tidur. Terdiri dari spesifikasi penyakit dalam, saraf (stroke center unit), bedah dan anak.
Rumah sakit ini memiliki kamar bersalin dengan 13 tempat tidur, nifas 15 tempat tidur, perinatologi 10 tempat tidur, isolasi 12 tempat tidur, ICU 6 tempat tidur, NICU 2 tempat tidur, hemodialisa 10 tempat tidur, IGD 24 tidur. Sedangkan Pelayanan instalasi gawat darurat 24 jam yakni pelayanan gawat darurat, pelayanan gawat darurat kebidanan, penanganan korban bencana, dan pelayanan ambulance. Ada juga layanan penunjang medik terdiri dari instalasi laboratorium, radiologi, gizi, farmasi, dan bedah sentral (OK). Layanan penunjang non medik terdiri dari 5 layanan yakni CSSD dan laundry, pemulasaran jenazah, rekam medik, IPRS, Sanitasi RS, serta 7 unit yakni unit K3RS, teknologi informatika, pengelola asuransi kesehatan, PKRS, IPCN, Pengelola kendaraan dinas. (mrd)
Editor : Super_Admin