Bahkan, beberapa minggu lalu, Sutarmidji mengkritik kebijakan pemerintah pusat dalam sebuah seminar internasional di Untan menggunakan kata 'merampot jak'.
Sutarmidji pun kerap mengeluarkan kata tersebut saat memarahi bawahannya. Namun, saat memberi sambutan pun kadang dia menggunakannya sebagai bahan bercanda.
Kata 'merampot' merupakan bahasa melayu Pontianak yang berarti bohong atau tidak benar. Sementara kata 'jak' digunakan sebagai pelengkap, seperti kata 'aja' dalam sebuah kalimat. Kira-kira kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, 'merampot jak' diartikan sebagai 'bohong aja'. Namun lebih menariknya menjadi multi tafsir jika diakhiri dengan penekanan kata, dengan sedikit emosi, atau bercanda.
Dalam pergaulan di sosial media pun, netizen sering meniru perkataan Gubernur tersebut. Bahkan, sebuah stiker percakapan di aplikasi whatsapp beredar foto Sutarmidji dengan tulisan 'Merampot jak!' di sampingnya.
Saat Pontianak Post menanyakan apakah kata 'merampot jak,' identik dengan dirinya, Sutarmidji membalas dengan "?". (ndo) Editor : Shando Safela