Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Merampot jak!

Shando Safela • Selasa, 29 Oktober 2019 - 19:47 WIB
Gubernur Kalbar, Sutarmidji. foto: Shando Safela
Gubernur Kalbar, Sutarmidji. foto: Shando Safela
PONTIANAK - "Merampot jak!," kata Sutarmidji saat memberi sambutan di sebuah acara beberapa waktu lalu. Tak hanya sekali Sutarmidji mengucapkan dua kata tersebut. Pontianak Post mendengar secara langsung betapa seringnya Gubernur Kalbar mengucapkan kata tersebut, baik di acara resmi maupun saat wawancara santai bersama wartawan.

Bahkan, beberapa minggu lalu, Sutarmidji mengkritik kebijakan pemerintah pusat dalam sebuah seminar internasional di Untan menggunakan kata 'merampot jak'.

Sutarmidji pun kerap mengeluarkan kata tersebut saat memarahi bawahannya. Namun, saat memberi sambutan pun kadang dia menggunakannya sebagai bahan bercanda.

Photo
Photo
Stiker yang beredar di aplikasi percakapan whatsapp.

Kata 'merampot' merupakan bahasa melayu Pontianak yang berarti bohong atau tidak benar. Sementara kata 'jak' digunakan sebagai pelengkap, seperti kata 'aja' dalam sebuah kalimat. Kira-kira kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, 'merampot jak' diartikan sebagai 'bohong aja'. Namun lebih menariknya menjadi multi tafsir jika diakhiri dengan penekanan kata, dengan sedikit emosi, atau bercanda.

Dalam pergaulan di sosial media pun, netizen sering meniru perkataan Gubernur tersebut. Bahkan, sebuah stiker percakapan di aplikasi whatsapp beredar foto Sutarmidji dengan tulisan 'Merampot jak!' di sampingnya.

Saat Pontianak Post menanyakan apakah kata 'merampot jak,' identik dengan dirinya, Sutarmidji membalas dengan "?". (ndo) Editor : Shando Safela
#merampot #merampot jak #sutarmidji