Kendati demikian jemaat tetap memenuhi Katedral St Yosef. Gereja dengan tiga lantai itu penuh. Bahkan basement yang biasanya menjadi tempat parkir dimanfaatkan untuk ibadah.
Suasana meriah sendiri tampak pada dekorasi gereja Berbagai pohon Natal menghiasi sudut-sudut gereja. Pohon-pohon itu lalu dililit lampu kelap kelip yang gemerlap pada malam hari. Sementara di dekat altar ada gua Natal perlambang kelahiran Kristus di kandang domba di Betlehem, Palestina.
Misa Pukul 18.00 dipimpin oleh P Robini OP. Misa ini terasa sangat khidmat dengan diiringi alunan musik dari instrumen organ dan paduan suara yang harmonis. Suasana semakin khidmat ketika Robini memberikan ceramah Natalnya yang berisikan tentang arti semangat Natal dan ajakan untuk saling mengasihi kapada seluruh umat manusia.
“Malam ini kami memberikan himbauan pada umat bahwa dengan Pancasila kita bisa bersatu menjaga kesatuan bangsa walaupun dalam perbedaan.
Pada tahun ini Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) merumuskan pesan Natal dengan judul 'Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang'. Hal ini menjadi pesan penting dan tugas bagi umat Kristen untuk selalu menjaga persaudaraan dengan siapapun tanpa pandang bulu.(ars) Editor : Salman Busrah