Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Buka Mata Naga, Harap Naga Redam Wabah Virus Corona

Ari Aprianz • Jumat, 7 Februari 2020 | 10:27 WIB
MELEPAS: The Iu Sia melepas arakan naga usai ritual buka mata di Jalan Pangeran Diponegoro, kemarin.  MUJADI/PONTIANAK POST
MELEPAS: The Iu Sia melepas arakan naga usai ritual buka mata di Jalan Pangeran Diponegoro, kemarin. MUJADI/PONTIANAK POST
PONTIANAK – Ritual naga buka mata menandai dimulainya perayaan Cap Go Meh di Pontianak, Kamis (6/2). Ratusan pasang mata menyaksikan ritual tersebut di Jalan Diponegoro, Kecamatan Pontianak Kota. Ritual yang digelar sejak pagi itu, menghadirkan 24 liong (naga) yang diarak keliling kota.

Suara tabuhan gendang mengiringi jalannya prosesi ritual naga buka mata di Klenteng Kwan Tie Bio tersebut.  Satu per satu liong digiring masuk ke dalam klenteng untuk mengikuti prosesi buka mata. Prosesi buka mata ini dilakukan oleh seorang loya yang sudah kerasukan. Ritual sakral ini untuk mengundang keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat.

“Ritual ini untuk keselamatan masyarakat Kalbar dan tentunya Indonesia,” ungkap pemuka masyarakat Tionghoa, The Iu Sia, kemarin.

Keselamatan yang diharapkannya itu, salah satunya keselamatan dari mewabahnya virus corona yang kini oleh Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) dinyatakan statusnya sebagai Darurat Kesehatan Global. Dia berharap, adanya ritual ini dapat mencegah tersebarnya virus corona, khususnya di Indonesia.

“Dengan adanya ritual ini, bisa meredam dampak dari corona ini,” sebut dia.

Setelah ritual buka mata, naga-naga tersebut memulai atraksinya. Dihadapan para tokoh Tionghoa yang duduk di atas panggung utama, mereka menampilkan atraksi dengan iringan tabuhan gendang yang menggema di sepanjang jalan tersebut.

Oleh para tokoh tersebut, janggut para naga itu dipotong. Janggut yang terbuat dari benang wol itu, diyakini akan memberikan keberuntungan. Tak heran bila ada masyarakat yang meminta potongan janggut tersebut.

Naga-naga juga mendapatkan angpao yang diberikan oleh para Tokoh Tionghoa tersebut. Sebagai penutup, naga-naga memberikan hormat dengan membungkungkan badan beberapa kali. Setelah itu, mereka dilepas untuk melakukan atraksi keliling Pontianak.

Ketua Panitia Cap Go Meh Pontianak 2020, Hendry Pangestu Lim mengatakan, di hari itu, ada sekitar 24 naga yang mengikuti proses buka mata ini. Ada 11 naga yang berukuran besar, sedangkan sisanya berukuran kecil. “Adapun naga terpanjang di tahun ini adalah Naga Borneo sepanjang 85 meter,” kata Hendry.

Menurutnya, ritual Naga Buka Mata kali ini berlangsung dengan lancar. Pihaknya telah mematangkan kegiatan sejak jauh-jauh hari. Acara tersebut juga menjadi tontonan yang menarik, tidak hanya bagi etnis Tionghoa, yang merayakan momen tahunan tersebut, tetapi juga masyarakat Pontianak pada umumnya.

“Nanti pada puncak acara Cap Go Meh, kita akan lakukan pawai dari Jalan Diponegoro sampai ke Budi Karya.

Sekretaris Panitia Dji Sen mengatakan prosesi buka mata naga ini dilakukan lima tatung. Ada doa khusus yang dipanjatkan tatung saat berlangsungnya prosesi buka mata naga.

“Dalam prosesi buka mata, kami mengundang para tatung untuk membuka mata naga,” kata Thie Djie Shen.  di Pontianak, kemarin.

Setelah prosesi buka mata tuntas naga-naga itupun dianggap hidup. Naga-naga itupun siap-siap berkeliling kota. Menyambangi rumah warga baik di Kota Pontianak maupun Kubu Raya.

“Jadi naga-naga itu dianggap hidup setelah ritual buka mata dilakukan,” tambah Shen.

Ia melanjutkan proses buka mata naga yang dilakukan para tatung itu dilakukan pada tanggal 13 Imlek. Ritual ini juga dilakukan sebelum naga dimainkan saat perayaan Cap Go Meh, yang rencananya digelar tanggal 8 Februari 2020. Secara keseluruhan 25 naga itulah yang akan mengikuti perayaa Cap Go Meh 2020.

Shen menambahkan pihaknya sudah melakukan beragam persiapan guna menyukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2020. Seperti mengantisipasi merebaknya isu virus corona. Langkah yang dilakukan pantia dengan membagikan masker kepada para pengunjung Cap Go Meh Kota Pontianak.

Dalam pembagian masker, pihak bekerja sama dinas kesehatan Kota Pontianak. Menurutnya upaya yang dilakukannya itu dengan harapan Kota Pontianak bersih dari virus corona. “Panitia sudah membagikan masker-masker itu kepada pengunjung,” tutupnya. (sti/mse)

 

  Editor : Ari Aprianz
#corona #naga #cap go meh