Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Songsong Pelaksanaan UNBK 2020, Jaringan Internet jadi Atensi

Ari Aprianz • Minggu, 1 Maret 2020 | 08:39 WIB
ANGKAT LUMPUR: Dinas PUPR Kota Pontianak menggunakan alat berat mengangkat lumpur di Parit Sungai Bangkong, Jalan Alianyang, Kecamatan Pontianak Kota, beberapa waktu lalu. DOKUMEN
ANGKAT LUMPUR: Dinas PUPR Kota Pontianak menggunakan alat berat mengangkat lumpur di Parit Sungai Bangkong, Jalan Alianyang, Kecamatan Pontianak Kota, beberapa waktu lalu. DOKUMEN
Jaringan internet menjadi atensi dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar beberapa pekan lagi. Sejumlah siswa kelas XII di Kota Pontianak khawatir bila saat pelaksanaan UNBK akan menghadapi kendala pada jaringan, sehingga menganggu konsentrasi mereka.

SITI SULBIYAH, Pontianak

KEKHAWATIRAN tersebut bukannya tidak beralasan. Saat mengikuti simulasi UNBK beberapa waktu yang lalu, kenyataannya sejumlah sekolah masih terganjal jaringan. Kendala saat simulasi tersebut diakui oleh Rizky (17), siswa SMK Negeri 2 Pontianak, saat mengikuti simulasi UNBK pada 17 Februari lalu.

“Saya kena giliran sesi (simulasi) pertama di pagi hari. Saat pelaksanaan jaringannya ngehang, server-nya error,” ungkap dia, kepada Pontianak Post, Sabtu (29/2).

Ia ingat betul saat simulasi itu tengah mengerjakan soal-soal pelajaran Bahasa Inggris. Akibat dari mandeknya jaringan internet, ia tak dapat melanjutkan simulasi. Ia berharap kendala ini tidak lagi ditemui saat menghadapi UNBK yang sebenarnya.

“Harapan saya semoga ujian nanti berjalan dengan lancar, tidak ada kendala apapun. Supaya kami bisa dengan nyaman menghadapi ujian,” pinta dia.

Wan Fayzah (17), siswi SMK Negeri 4 Pontianak tidak lebih beruntung daripada Rizky. Ia sama sekali tidak bisa mengikuti simulasi karena gagal saat akan masuk ke aplikasi simulasi UNBK. Hal ini membuatnya kecewa, karena tidak pernah merasakan simulasi ujian dengan komputer. “Agak kecewa sih, soalnya jadi gak tahu standar soal UNBK SMK itu seperti apa? Apalagi benar-benar pas login itu gak bisa, sampai ganti token berkali-kali,” keluh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat (Disdikbud Kalbar), Suprianus Herman, mengatakan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pusat terkait kendala-kendala yang berpotensi timbul saat pelaksanaan UNBK mendatang. Saat simulasi yang digelar sebelumnya pun, ia tak menampik bila terdapat kendala pada jaringan dan peladen (server) di pusat.

Iya, memang ada beberapa laporan (kendala jaringan). Maka kami langsung lapor pusat,” kata dia, kemarin.

Disdikbud sendiri saat ini telah menyiapkan tim help desk yang siap berkoordinasi dengan operator sekolah. “Saya juga selalu memonitor tim help desk Kalbar,” ucap dia.

Tahun ini seluruh sekolah di Kalbar, baik itu SMA maupun SMK, dipastikan dia, telah mengimplementasikan UNBK. Segala persiapan yang diperlukan pun dipastikan dia, sudah dipersiapkan matang-matang. Mereka sampai menggandeng beberapa pihak terkait. Sebut saja Telkom yang bertanggung jawab terhadap jaringan, serta PLN yang bertanggung jawab dengan suplai listrik.

“Kami kerja sama dengan pihak Telkom dan PLN supaya dapat pelaksanaan dapat berlangsung dengan baik,” kata dia.

Meski begitu, diakuinya tidak semua sekolah dapat menggelar UNBK di sekolahnya masing-masing, lantaran keterbatasan infrastruktur yang dimiliki. Untuk sekolah yang tidak memiliki fasilitas memadai, seperti komputer atau ketidakadaan jaringan, maka pelaksanaan UNBK dilakukan mereka di sekolah lain. Di Kalimantan Barat, sebut dia, sedikitnya terdapat 101 SMA dan 23 SMK yang harus menumpang di sekolah lain, untuk melaksanakan UNBK.

Suprianus mengimbau kepada anak-anak didik yang akan mengikuti ujian agar mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dia juga berpesan agar para siswa menghindari kegiatan di luar untuk sementara waktu. “Istirahat yang cukup. Dan yang paling utama adalah berdoa, serta yakin akan kemampuan diri sendiri,” imbau dia.

Kepada para orang tua diminta dia agar memonitor kegiatan anak-anaknya. Para orang tua diminta dia untuk mendampingi aktivitas mereka di rumah, serta memastikan kesehatan dan gizi mereka. Begitu pun dengan masyarakat, dia berharap peran aktif mereka dalam menyukseskan ujian nasional. Caranya, sebut dia, dengan tidak membuat kegiatan yang bersifat keramaian dan berpotensi menciptakan kebisingan di sekitar lingkungan rumah atau sekolah. (*) Editor : Ari Aprianz
#internet #Jaringan #unbk