Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Langkah Pemkot Pontianak Putus Mata Rantai Covid-19

Super_Admin • Kamis, 30 April 2020 | 09:46 WIB
Photo
Photo
Salurkan Bantuan Beras 493.360 kg dari Pemprov Kalbar

PEMERINTAH Kota Pontianak terus melakukan upaya pemutusan mata rantai pandemi covid-19. Selain penerapan aturan-aturan yang sudah dilakukan, pemerintah juga memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak covid-19 di enam kecamatan Kota Pontianak. Dari data penyaluran bantuan beras tim gugus tugas percepatan covid-19 dari Provinsi Kalimantan Barat, sudah mencapai 24.668 kartu keluarga.

Sejak awal temuan covid-19 di Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memang langsung melakukan upaya-upaya buat memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Mulai dari penyemprotan disinfektan di daerah yang kerap dikunjungi masyarakat. Kemudian, menerapkan pembatasan aktivitas sosial dengan melakukan penutupan sementara usaha-usaha.

Wali Kota paham, akibat beberapa aturan yang diberlakukan bakal membuat banyak sektor usaha terdampak. Ia pun tidak lantas membuat usaha yang sudah berjalan berhenti total. Seperti restoran, warung kopi dan kafe, tetap melayani konsumen namun diminta tidak melayani konsumen yang makan dan minum di lokasi usaha tersebut.
Apa yang dilakukan dalam upaya mengurangi aktivitas masyarakat. Sama juga di pasar rakyat. Guna menekan aktivitas kerumunan masyarakat, pemkot membuat aturan pengoperasian jam pasar tradisional dari pagi sampai jam 11 siang.

Agar lokasi pasar tetap bersih, Pemkot Pontianak menempatkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di pasar tradisional enam kecamatan di Kota Pontianak. Fasilitas tersebut disediakan untuk digunakan masyarakat dan pedagang usai berbelanja agar tidak lupa cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Ia juga membagikan masker bagi pedagang di pasar tradisional. Dengan pahamnya pedagang akan bahaya covid, secara tidak langsung setiap pedagang juga miliki kesadaran dan kewaspadaan saat berjualan dengan mengutamakan social distancing. Pada saat membagikan masker ke pasar tradisional, wali kota juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah.

Meningkatnya  angka covid-19 di Kota Pontianak, lantas beberapa upaya kembali dilakukannya. Yaitu dengan membatasi pergerakan pengendara  untuk masuk di Jalan Gajah Mada selama dua minggu. Tak menutup kemungkinan, pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat juga dilakukan di beberapa wilayah yang dipandang aktivitas masyarakatnya masih tinggi.

Agar petugas medis tak kewalahan ketika angka covid meninggi, Pemkot Pontianak menyiapkan satu ruang isolasi khusus bagi pasien covid. Lokasinya di Rumah Susun Nipah Kuning. Langkah tersebut sebagai langkah akhir apabila temuan kasus positif covid meninggi.

Wali kota juga paham, betapa bahayanya tenaga medis dan pelayanan ASN Pemkot Pontianak yang bertugas saat situasi covid. Sebagai antisipasi awal, Pemkot Pontianak melakukan pengecekan rapid test bagi ASN. Anggota DPRD di Kota Pontianak  juga ikut serta melakukan rapid test. Tak hanya itu, Pemkot Pontianak juga memberlakukan pengecekan rapid test kepada masyarakat yang kedapatan masih berkumpul di tempat ramai. Rencananya pengecekan rapid test akan dilakukan lebih luas. Lokasinya di pos-pos batas Kota Pontianak dengan kabupaten tetangga.

Pemkot Pontianak juga memberikan tunjangan bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam upaya penyembuhan pasien covid. Tak hanya tunjangan, perlengkapan alat pelengkap diri buat tenaga medis selama bertugas menjadi perhatian penting oleh wali kota.

Di  tengah situasi Pontianak dilanda covid-19, Edi tetap melakukan monitoring kota yang dipimpinnya dengan menggunakan sepeda saat pagi hari. Sepeda menjadi pilihan kendaraanya, karena ia mau melihat langsung situasi kota sampai ke jalan-jalan lingkungan. Meski Pontianak tengah melawan covid-19, ia ingin Kota Pontianak tetap bersih.

Munculnya persoalan sosial akibat dari covid, juga langsung ditindaklanjuti. Selain masyarakat miskin yang berhak menerima bantuan dari pemerintah. Wali kota juga menugaskan pihak kelurahan buat mendata masyarakat terdampak covid. Mereka adalah masyarakat yang akibat covid kehilangan pekerjaannya.

Dari  data yang  telah tercatat di dinas perdagangan, total Pemerintah Kota Pontianak sudah mendistribusikan bantuan beras dari Gubernur Kalbar kepada 24.668 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan bantuan 20 kg beras per KK. Dari data itu, total keseluruhan yang sudah didistribusikan di enam kecamatan mencapai 493.360 kg beras. Ia juga meminta RT ditiap kelurahan untuk pro aktif untuk melakukan pendataan. Tujuannya agar bantuan tersebut tepat sasaran.
Wali kota berharap, peningkatan kasus covid di Pontianak dapat berakhir di Juni ini. Namun jika kasus covid makin meningkat, maka Pemkot Pontianak bakal memperketat pintu masuk ke kota. Jika kondisinya semakin buruk, tak menutup kemungkinan pembatasan sosial berskala besar akan dilakukan. Agar hal tersebut tidak dilakukan, ia meminta masyarakat juga bisa bekerjasama dengan mengikuti aturan yang diberlakukan selama penanganan covid-19.
Wali kota juga mengapresiasi sinergi Polresta Pontianak Kota dan Kodim 1207/ BS dalam upaya pemutusan mata rantai covid-19. "Mudah-mudahan semuanya bisa tertangani sehingga Kota Pontianak bisa kembali berbenah. Membangun sendi-sendi kehidupan yang semakin baik, menuju Kota Pontianak maju dan religius," ujarnya. (iza)

Photo
Photo
DONASI PNS: ASN Golongan I dan pensiunan menerima bantuan paket sembako. Bantuan ini merupakan donasi dari seluruh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak.

Photo
Photo
MASKER: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan masker kepada pedagang sekaligus menyosialisasikan bahaya covid-19 kepada masyarakat.

Photo
Photo
PASAR: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung ke pasar buat membagikan masker kepada pedagang.

Photo
Photo
SEMBAKO: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan paket sembako kepada karyawan yang di PHK akibat dampak dari covid-19. Editor : Super_Admin
#covid-19 #Pemkot