"Kebun demplot kita atau kebun percontohan di belakang Kantor Distan TPH Provinsi Kalbar ini adalah sebagai sarana untuk edukasi dan pembelajaran kepada para petani terutama petani milenial dan pelajar supaya kaum muda mau melaksanakan kegiatan pertanian dalam rangka pemenuhan pangan keluarga dan pangan daerah," ungkap Kadistan TPH Kalbar, Florentinus Anum, kemarin.
Dalam kebun percontohan Distan TPH Kalbar, kata dia, tanaman yang tersedia beragam, mulai dari pangan hingga hortikultura. Pihaknya membuka seluas-luasnya kepada masyarakat umum yang ingin melihat dan belajar di kebun percontohan tersebut. Sarana edukasi ini juga sangat cocok bagi pelajar yang ingin melakukan pembelajaran di luar sekolah. “Tidak jarang pelajar dari kalangan TK hingga perguruan tinggi berkunjung. Begitu juga komunitas dan lain. Mereka belajar sekaligus praktik di sana,” tuturnya.
Anum menambahkan, sejumlah bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun provinsi untuk tahun 2020 telah hadir guna mendorong pemanfaatan pekarangan termasuk dengan media air. Adapun untuk pekarangan, sumber dana dari APBD Provinsi Kalbar berupa bantuan bibit terong, tomat, bahamas, cabai rawit, buncis dan kangkung.
"Sedangkan dari APBN ada bantuan pengembangan bawang merah seluas 120 hektare, pengembangan cabai seluas lima hektare dan untuk desa mandiri di Sekadau dan KKU juga masing- masing dua hektare," katanya.
Ia berharap sarana kebun demplot ini bisa mendorong masyarakat terutama rumah tangga untuk dapat melakukan penanaman di lingkungan sendiri. Dengan penanaman sendiri, rumah tangga paling tidak bisa mengurangi kebutuhan pangan yang biasa dibeli di pasar. “Terpenting adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi, berimbang dan beragam," katanya.
Upaya itu dinilai selaras dengan program yang selalu dianjurkan pemerintah agar semua pihak berpartisipasi dalam penyiapan pangan. Sebagaimana diketahui, pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pengembangan secara mandiri dimaksudkan supaya rumah tangga bisa memenuhi cadangan pangan keluarga.
Hal ini juga dapat menambah pendapatan dan ekonomi keluarga. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, penyediaan pangan secara swasembada dan mandiri sangat diperlukan. “Masing-masing kita dalam rumah tangga siap menyediakan kebutuhan pangan terutama untuk kebutuhan sendiri," pungkas dia. (sti) Editor : Ari Aprianz