Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengunjung dan Karyawan Reaktif, Warkop Tutup Sementara

Administrator • Jumat, 20 November 2020 | 19:38 WIB
SEDUH KOPI: Asiang saat menyeduh kopi dengan gaya khasnya. Warkop ini  salah satu warkop yang ramai dikunjungi setiap harinya. Sayangnya warkop ini harus ditutp sementara karena pengunjungnya reaktif Covid-19.
SEDUH KOPI: Asiang saat menyeduh kopi dengan gaya khasnya. Warkop ini salah satu warkop yang ramai dikunjungi setiap harinya. Sayangnya warkop ini harus ditutp sementara karena pengunjungnya reaktif Covid-19.
PONTIANAK - Guna menekan angka penyebaran Covid-19, pemerintah Kota Pontianak melakukan razia di beberapa warung kopi. Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan tes cepat kepada pengunjung dan pemilik warkop. Salah satunya warkop Aming yang terletak di Jalan H. Abbas. Setelah melakukan tes usap tanggal 7 November 2020 kemarin, ditemukan tiga orang, baik pengunjung dan karyawan warkop Aming positif Covid-19.

 Hal ini berdampak atas penutupan sementara warkop tersebut. Kepala Satpol-PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana dalam keterangan tertulis di Pontianak mengatakan, penutupan  warkop Aming dimulai 14 hingga 16 November 2020.

 Pemilik warkop Aming, Limin membenarkan hal itu. Tanggal 14 November warkop Aming tutup sementara dan dilakukan penyemprotan disinfektan pada pagi hari oleh Dinkes Kota Pontianak.

Menyusul warkop Aming, Dinas Kesehatan Kota Pontianak kembali mendapatkan masyarakat dengan hasil reaktif saat melakukan tes cepat di warung kopi Asiang, Jalan Merapi, Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (18/11). Jumlahnya 23 orang. Tujuh orang di antaranya pengelola dan pekerja di warung kopi. Sedangkan sisanya, 16 orang adalah pengunjung. 

“Ini adalah jumlah terbanyak dari beberapa kali razia yang kami lakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu.

Mereka yang mendapatkan hasil reaktif, langsung dilakukan tes usap saat itu juga. Setelah itu mereka diharuskan melakukan isolasi mandiri. Temuan ini menambah catatan Dinas Kesehatan Kota Pontianak pada kasus yang berkaitan dengan Covid-19 di warung kopi.

Sidiq menjelaskan dari temuan itu menggambarkan bahwa tempat kerumunan berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Sehingga, temuan ini semestinya menjadi perhatian bagi pengelola tempat usaha untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Penerapan protokol kesehatan itupun tidak cukup hanya memakai masker. Mesti dibarengi dengan jaga jarak antar pengunjung warkop. Sidiq menyebutkan jarak minimal pengunjung dan lainnya, adalah satu meter. Selain itu ruangan warung kopi harus cukup terbuka.

Sidiq mengakui penerapan protokol jaga jarak secara ketat akan memengaruhi kedatangan jumlah pengunjung ke warung kopi. Hal ini karena satu meja yang biasa diisi hingga empat orang, namun dalam situasi sekarang maksimal dua orang. 

“Rata-rata masih empat orang dan cenderung berkumpul, sehingga harus menjadi perhatian. Risikonya pengunjung menjadi berkurang, tapi itu protokol kesehatan dan jika tidak ada upaya itu, maka yang timbul adalah risiko tinggi penularan,” sambung Sidiq.

Ditutupnya beberapa warung kopi di Pontianak, mengundang tanggapan warga. Yosi (27) mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. “Berkerumun memang sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19, warkop bisa jadi salah satu tempat penularan jika pengunjung dan pemilik tempat usaha tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Semoga pandemi ini segera berlalu, agar masyarakat juga kembali aman dan nyaman melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujar warga Jalan Kesehatan ini. (sya) Editor : Administrator