Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi adanya pengiriman burung melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak dari masyarakat. “Dari informasi tersebut, BLSDA Kalbar pos pelabuhan Dwikora Pontianak berkolaborasi dengan KP3L Pelabuhan Dwikora Pontianak menelusuri kebenarannya,” kata Sadtata.
Penelusuran akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya beberapa keranjang yang di dalamnya berisikan burung. “Totalnya ada sepuluh keranjang yang didesain sedemikian rupa ditemukan petugas dalam bak muatan sebuah mobil truk yang akan menuju pulau jawa,” jelasnya. Sepuluh keranjang tersebut berisikan puluhan ekor burung tersebut kemudian dibawa ke Pos BKSDA Kalbar Pelabuhan Dwikora Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan keabsahan dokumennya. “Dari hasil pemeriksaan sementara, burung-burung ini tanpa disertai dengan dokumen yang sah,” lanjutnya.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait jenis dan jumlah, burung di kantor BKSDA Kalbar. Hasil pemeriksaan yang disaksikan petugas pihak KP3L Pelabuhan Dwikora Pontianak dan beberapa saksi diperoleh data sebanyak 174 ekor burung dengan jenis Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus).
“Banyaknya burung tanpa dokumen yang sah dalam jumlah besar dan direncanakan keluar dari Kalimantan Barat ini kemungkinan besar merupakan modus perdagangan satwa liar,” paparnya. BKSDA Kalbar selaku otoritas yang menangani peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar sangat menyayangkan terjadinya kegiatan ilegal seperti ini. Peredaran satwa ilegal yang tidak terkontrol dapat mengkibatkan menurunnya populasi dan mengancam kelestariannya,” sambungnya.
Jalak kerbau (Acridotheres javanicus) atau juga dikenal sebagai jalak hitam, jalak ungu, dan jalak penyu adalah spesies burung yang merupakan termasuk familia jalak. Burung ini menyebar luas di Asia Timur, Asia Tenggara dan Kepulauan Indonesia bagian barat. Jalak kerbau hidup dalam kelompok besar atau kecil. Sebagian besar mencari makan di padang rumput, pemukiman, lahan pertanian, dan di kota. Di alam bebas, jalakkerbau sering mendatangi areal yang menjadi ladang penggembalaan kerbau. la senang bertengger di punggung kerbau, sambil mencari kutu yang menempel di tubuh kerbau tersebut. Oleh sebab itu, ia dikenal sebagai jalak kerbau. Selain sebagai burung berkicau, jalak kerbau juga diburu untuk dimakan dan dipercaya sebagai obat sesak nafas dan lemah syahwat. Meskipun hal itu belum terbukti secara ilmiah. (arf) Editor : Administrator