MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
LAHAN apotek hidup yang berada di Kantor Camat Pontianak Tenggara, dulunya merupakan semak belukar. Penuh genangan pula. Namun disini kini, telah berubah sebagai ruang tanaman apotek hidup. Namanya Buntat Kaseh, kepanjangan dari Kebun Tanaman Obat Keluarga Sehat.
Camat Pontianak Tenggara Rendrayani menuturkan, ide membuat apotek tanaman obat keluarga tercetus di bulan April tahun lalu, usai PKK Pontianak Tenggara meraih juara I empon-empon dalam rangka penanganan Covid-19 buat daya tahan tubuh. "Dari dasar itulah, kami berpikir untuk membuat apotek keluarga. Lahannya diarea Kantor Camat Pontianak Tenggara ini," ujar Rendrayani kepada Pontianak Post, kemarin.
Dari ide itu, dirinya beserta tim PKK langsung memanfaatkan lahan tidur yang awalnya merupakan semak belukar dan penuh genangan. Dalam mewujudkannya, iapun meminta bantuan dari berbagai pihak. Untuk tanah kuning yang diuruk ini merupakan bantuan dari Dinas PU. Setelah lahannya rata, iapun bergotong royong.
Ia menjelaskan ban-ban bekas ini didapat dari sumbangan Damri. Kemudian pijakan paving ini bekas bongkaran bangunan di halaman Kantor Camat. Kayu-kayu bekas pun ia manfaatkan buat dasar pemasangan jaringan hingga terbentang seperti terpal. "Semuanya kita manfaatkan dari bahan-bahan bekas," ujarnya.
Meja dan tempat duduk di sini, ia juga manfaatkan dari limbah potongan kayu hasil tebangan pohon yang dilakukan Dinas PU. Agar semakin indah semuanya dipoles. Termasuk dinding pagar dibuatkan mural. Hasilnya, kini Pontianak Tenggara miliki satu ruang buat apotek hidup.
Kurang lebih ada 46 jenis tanaman apotek hidup di sini. Iapun ingin, disini bisa menjadi sarana tempat belajar bagi pelajar PAUD, TK, SD sampai SMP. Makanya semua jenis tanaman apotek hidup di sini diberi nama lengkap dengan penjelasan. Tujuannya sebagai bahan edukasi bagi masyarakat yang datang ke sini.
Di tempat sama, Wakil Ketua PKK Kecamatan Pontianak Tenggara, Hanona mengatakan, ke depan pihaknya bakal mengembangkan lebih banyak lagi tanaman apotek hidup yang ada di sini. "Sekarang baru 46 jenis tanaman. Ke depan kita akan tanam lebih banyak jenis lagi. Mungkin bisa seratusan jenis tanaman apotek hidup," ujarnya.
Apalagi lahan masih cukup luas untuk dimanfaatkan. Jika sudah berkembang, rencana pihaknya bakal menjual hasil tanaman apotek hidup ini dengan berbagai produk. Income yang didapat, akan masuk ke kas PKK Pontianak Tenggara.(*) Editor : Super_Admin