Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pendataan Keluarga Masih Rendah

Super_Admin • Minggu, 23 Mei 2021 | 12:12 WIB
Kepala BKKBN Kalbar Tenny Calvenny Soriton
Kepala BKKBN Kalbar Tenny Calvenny Soriton
PONTIANAK – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat Tenny Calvenny Soriton mengakui, capaian Pendataan Keluarga 2021 yang telah berjalan sejak April bulan lalu hingga kini cakupannya masih rendah. Utamanya pendataan yang menggunakan smartphone di dua kota, baru mencapai 22 persen dari target 40 persen.

Kaper BKKBN Kalbar, Tenny Calvenny Soriton menuturkan, dari 14 kabupaten/kota di Kalbar, ada dua daerah yang pendataannya menggunakan smartphone. Yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang. “Sedangkan 12 Kabupaten, Pendataan Keluarganya masih menggunakan formulir,” ujar Tenny, Sabtu (22/5).

Dari data yang dihimpun BKKBN Kalbar, untuk Pendataan Keluarga di dua kota yaitu Pontianak dan Singkawang yang menggunakan smartphone, baru mencapai 22 persen. Padahal, diakui dia bahwa target di dua wilayah ini harus bisa menyerap 40 persen.

Kendala ditemukan mereka di lapangan seperti lambatnya laporan sampai persoalan sulitnya sinyal di masing-masing daerah. Meski demikian persoalan tersebut, menurut dia, tidak lantas membuat lemah para petugas pendataan di lapangan. “Mereka tetap melaporkan walaupun harus pergi ke lokasi lain yang kuat sinyalnya,” kata dia.

Untuk pendataan yang menggunakan formulir target BKKBN, diungkapkan dia, sebanyak 60 persen. Namun, dia menambahkan, angka detail keseluruhan pendataan menggunakan formulir dalam pengumpulan dan menunggu laporan. "Berdasarkan laporan dari beberapa OPD-KB kabupaten/kota kendala kawan-kawan di lapangan pada saat pen-input-an data formulir menggunakan user operator aplikasi sering log out sendiri pada saat penginputannya dan juga masih ada beberapa desa menerapkan PPKM bagi yang masih zona merah,” ujarnya.

Soal PPKM Mikro, ditegaskan dia, memang menjadi harga mati. Sebab, dijelaskan dia bahwa tujuan pemberlakuan PPKM untuk menekan lajunya penyebaran virus Covid-19, utamanya pada zona oranye hingga merah di wilayah Kalbar.

Dalam menjalankan Pendataan Keluarga, petugas, dipastikan dia, juga telah menjalankan prokes kesehatan. Utamanya petugas pendata saat beraudiensi, berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat, dipastikan dia, harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Hal ini, menurut dia, harus benar-benar diperhatikan bagi pendata, serta disampaikan juga Covid-19 bukan berarti menjadi alasana untuk tidak bekerja melayani. Yang jelas, prokes, dikatakan dia, tetap diterapkan sesuai aturan.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini masalah bisa diatasi dan ada peningkatan capaiannya. Semoga target 31 nanti bisa tercapai, bagaimanapun juga tetap kita upayakan, mohon dukungan semua pihak,” tandasnya. (iza) Editor : Super_Admin
#bkkbn #Pendataan Keluarga