Sudah menjadi kewajiban, setiap kerjaan kontruksi kata Edi pihak pelaksana harus melakukan koordinasi. Tujuannya mencegah terjadinya kerusakan jaringan yang sudah terpasang. Seperti jaringan PDAM, akibat pengerjaan turap di Jalan Perdana, ikut terdampak sehingga mengakibatkan rusaknya jaringan air bersih. Jika sudah begini, tanggung jawabnya akan dibebankan oleh pihak ke tiga. Karena sebelum pengerjaan tersebut dilaksanakan, mereka sudah melakukan koordinasi. Tujuannya agar menghindari proses salah penancapan bagian turap mengenai berbagai jaringan yang tertanam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak Firayanta sebenarnya telah menindaklanjuti persoalan ini. Hal ini sudah disampaikan pada Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak. Ia meminta agar pelaksana di lapangan untuk berhati-hati karena terdapat saluran pipa PDAM disana.
Terpisah, Anggota DPRD Kota Pontianak Candra Jaya minta agar warga terdampak penghentian distribusi air akibat rusaknya saluran pipa PDAM Tirta Khatulistiwa untuk dapat melapor ke PDAM biar segera ditindaklanjuti. “Masyarakat bisa buat laporan resmi. Agar PDAM dapat memetakan jaringannya,” ujarnya.
Ia membenarkan, bahwa pernah terjadi kerusakan saluran pipa PDAM di Jalan Perdana. Waktu perbaikannya memang hingga seminggu. Akibat kejadian tersebut sudah tentu masyarakat yang terdampak. Utamanya soal tidak teralirinya air bersih ke rumah-rumah warga pelanggan air bersih ini. “Sudah tentu akibat kerusakan saluran PDAM ini akan ada konsekuensinya. Ya nanti saya minta mereka hitung,” tandasnya.(iza) Editor : Super_Admin