MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
PENGUMUMAN juara satu kompetisi MI/SD Matematika Terintegrasi yang dilaksanakan Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama diumumkan kemarin pada pihak SD Mujahidin Pontianak. Nama pelajar kelas enam, SD Mujahidin, Gayatri Faiza Sasongko didapuk sebagai juara pertama dalam lomba itu.
Ia berhasil menjadi yang terbaik, usai menyisihkan pelajar-pelajar hebat asal Kalbar di bidang studi Matematika tingkat SD. Sebagai apresiasi pihak sekolah, Iapun menerima penghargaan serta uang pembinaan bagi siswa berprestasi.
Orang tua Faiza, Deni Puspitasari menuturkan, perjuangan Faiza mengikuti kompetisi ini berbuah manis. Tentunya, ini menjadi langkah awal untuk Faiza bisa meraih prestasi di tingkat nasional. Sebab sekarang Faiza menjadi perwakilan Kalbar untuk bersaing dikompetisi Matematika Terintegrasi ini.
Sebagai orang tua, ia paham betul bagaimana kebiasaan anaknya di rumah. Apalagi sudah hampir dua tahun ini, pembelajaran dilakukan melalui daring.
Kata sang ibu, sebelum ikut lomba ini, Faiza diseleksi di tingkat sekolah. "Awalnya saya tak sangka Faiza bisa lolos. Ini di luar ekspektasi saya. Tetapi dia bisa lolos. Saat lolos tingkat sekolah, selama persiapan lomba ia dibimbing gurunya," ujarnya.
Selama persiapan lomba berjalan, ia sempat khawatir. Sebab sebulan sebelum pelaksanaan lomba, dirinya termasuk Faiza dan satu keluarga di rumah terpapar Covid 19. Meski demikian, virus Covid tak melemahkan Faiza untuk belajar.
Selama sebulan itu, dalam keadaan terpapar Covid pun, Faiza tetap konsentrasi belajar melalui daring. Bahkan covid tak mengganggu konsentrasinya dalam belajar. Ia tetap semangat belajar. "Malahan saya yang lama sembuh. Faiza sembuh duluan dari saya," ungkapnya.
Selama dalam bimbingan guru, ia tak sulit membimbing Faiza. Ketersediaan wifie buat mengakses apa yang dibutuhkan dimanfaatkan Faiza betul-betul. Ditambah pantauan guru pembimbingnya. Belajar semakin asyik. "Di rumah ia belajar mandiri. Apapun kesulitan belajarnya, ia bisa mencari di Google. Di tengah pandemi, sebagai orang tua saya sangat terbantukan sekali," ujarnya.
Gayatri Faiza Sasongko menuturkan memang sudah menyenangi Matematika sejak SD kelas kecil. Untuk lomba di tingkat nasional kata dia akan dilaksanakan September ini. Namun tanggalnya belum pasti. Tetapi saat ini ia giat belajar dan berdoa. Mudah-mudahan diberikan hasil terbaik.
Ditanya cita-cita. Ia ingin menjadi dokter spesialis saraf. "Saya ingin jadi dokter spesialis saraf. Suka dengan dokter, karena sering lihat cara dokter merawat pasien," ujar anak dari Deni Puspitasari dan Gatra Widi Sasongko.
Di tempat sama, Sekertaris Lembaga Pendidikan Mujahidin Kalimantan Barat, Suhrawardi mengatakan, sebagai penyemangat pihak lembaga memberikan penghargaan buat Gayatri Faiza Sasongko. "Kami berikan uang pembinaan bagi Faiza dan guru pembimbing. Mudah-mudahan ini bisa membuat mereka makin semangat jelang persiapan di tingkat nasional," ujarnya.
Iapun makin bangga dengan Faiza. Sebab di tengah pandemi, pembelajaran dilakukan daring, tetapi masih bisa memberikan prestasi dan mengukir nama baik buat sekolah. "Pesan saya belajar saja dengan baik. Jangan dibawa beban. Selebihnya berdoa agar bisa juara di tingkat nasional," tandasnya.(*) Editor : Super_Admin