Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkot Pontianak Klaim Volume Sampah Naik 20 Persen

Syahriani Siregar • Jumat, 8 April 2022 | 16:08 WIB
TES SWAB: Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau melakukan swab test kepada para guru menjelang dilakukannya sekolah tatap muka, Selasa (28/7) di SMA Negeri 1 Sekadau. RIESALA ANVAR/PONTIANAK POST
TES SWAB: Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau melakukan swab test kepada para guru menjelang dilakukannya sekolah tatap muka, Selasa (28/7) di SMA Negeri 1 Sekadau. RIESALA ANVAR/PONTIANAK POST
PONTIANAK - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Saptiko menyebutkan adanya peningkatan sampah saat ramadan. Peningkatan itu 10-20 persen dibandingkan hari-hari biasanya.

Saat hari-hari biasa, DLH Kota Pontianak mencatat volume sampah sebanyak 350 hingga 400 ton per hari. Jika ada peningkatan 10-20 persen, maka perkiraan peningkatannya 35 ton hingga 70 ton per hari.

Saptiko menjelaskan pihaknya tidak merubah jam kerja petugas di lapangan seiring dengan masuknya ramadan dan peningkatan volume sampah. Pihaknya memberlakukan jam lembur untuk petugas-petugas yang volume sampah di lokasi kerjanya bertambah.

“Jadwal petugas tidak ada perubahan, untuk lokasi yang sampahnya bertambah dilakukan sistem lembur untuk mengangkut sampah,” jelas Saptiko.

Saptiko menyebutkan peningkatan volume itu datang dari sampah rumah tangga. Kondisi itu hampir semua kawasan. Sementara dalam data DLH ada 40 TPS se-Kota Pontianak. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah. Salah satu caranya melalui bank sampah.

Menurutnya, bank sampah di Kota Pontianak melakukan pengelolaan sampah dan memberikan nilai manfaat secara ekonomi. Misalnya sampah-sampah itu diolah menjadi pupuk, dan ada yang kemudian dijadikan tas, pot bunga dan barang lainnya.

Menurut Saptiko, total sampah yang diangkut sekarang ini sudah tidak sebanding dengan jumlah armada yang dimiliki instansinya. Meskipun armada angkut yang tersedia begitu minim, tapi instansinya berupaya memaksimalkan kinerja jajarannya agar tidak ada sampah yang tak terangkut di bak penampungan.

“Mana mungkin produksi sampah sebanyak itu hanya diangkut sebanyak 23 unit armada truk,”katanya.

Diakuinya selama masyarakat patuh membuang sampah di TPS pihaknya masih bisa menangani sampah di wilayah perkotaan. Namun tak jarang jika masyarakat abai terhadap kebersihan dan membuang sampah sembarangan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak pun terpaksa bekerja ektra dengan melakukan penyisiran keliling Kota Pontianak untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan. Untuk itu Saptiko berharap masyarakat lebih meningkatkan kesadaran membuang sampah ke dalam TPS, bukan meletakkannya di luar TPS.

“Kami juga sudah memasang plang larangan buang sampah di beberapa wilayah, seperti di Jalan Paris II yang berbatasan dengan Jalan Sungai Raya Dalam itu dulunya jadi tempat pembuangan sampah liar tapi setalah kami pasang plang dan kami siagakan dua petugas untuk menjaga, sekarang masyarakat di kawasan tersebut sudah tertib buang sampah,” tutupnya. (mse) Editor : Syahriani Siregar
#sampah #pontianak #DLH #volume