Wow! Konsumsi Daun Kelor, Kelurahan Pal V Turunkan Stunting Hingga 50 Persen

Shando Safela • Dipublikasikan Minggu, 22 Mei 2022 | 21:05 WIB
Kadis DP2KBP3A Multi Juto bersama Direktur BKKBN RI Eka Sulistia Ediningsih saat mensosialisasikan penanggulangan stunting di Pontianak. foto Firman Hernadi
Kadis DP2KBP3A Multi Juto bersama Direktur BKKBN RI Eka Sulistia Ediningsih saat mensosialisasikan penanggulangan stunting di Pontianak. foto Firman Hernadi

PONTIANAK- Percepatan penurunan stunting di Kota Pontianak menunjukkan hasil positif. Kelurahan Pal V Kecamatan Pontianak Barat berhasil mencatatkan penurunan stunting 50 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.


Rahasianya apa?, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro mengatakan pada 2020 angka stunting Kelurahan Pal V tercatat sebesar 14 persen. Kemudian pada 2021 stunting Kelurahan Pal V berhasil ditekan menjadi hanya tujuh persen. Dirinya menyebutkan penurunan stunting yang sangat drastis tersebut tidak terlepas dari upaya inovasi pengolahan daun kelor.


"Dengan adanya terobosan inovasi pengolahan daun kelor stunting Kelurahan Pal V turun 50 persen," ucap Multi Juto Bhatarendro.


Berdasarkan data, daun kelor memiliki keunggulan terutama mineral dan vitamin. Misalnya untuk kalsium daun kelor tujuh kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan buah pisang. Hal ini tentu penting bagi masyarakat, terlebih daun kelor tidak susah untuk ditanam masyarakat.


"Daun kelor cepat tumbuh, tinggal diambil daunnya diseduh dan diolah misalnya menjadi bubur. Bisa juga dibuat menjadi agar-agar yang menjadi kesukaan anak-anak," tutup Multi. (azk)

Editor : Shando Safela
bkkbn stunting daun kelor pemkot pontianak Multi Juto bkkbn kalbar