Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Intip Kreasi Cantik dari Bunga Kering

Siti • Minggu, 22 Mei 2022 | 12:42 WIB
Gheby  saat menata bunga kering dalam pot. SITI/PONTIANAKPOST
Gheby saat menata bunga kering dalam pot. SITI/PONTIANAKPOST
Bunga kering bisa digunakan sebagai pilihan dekorasi atau hadiah. Jauh lebih tahan lama dibandingkan dengan bunga segar, menjadi keunggulan dari bunga kering. Mengkombinasikan berbagai bunga kering bisa menghasilkan kreasi dekorasi dan hadiah yang menarik. 

Oleh : Siti Sulbiyah

Ada banyak pilihan oleh-oleh yang bisa diberikan kepada teman yang berkunjung ke Pontianak. Tapi entah mengapa, Nias lebih senang memberikan oleh-oleh yang dikreasikan dengan bunga kering sebagai kenang-kenang.

"Ada teman yang saya yang berkunjung ke Pontianak, saya justru lebih senang berikan oleh-oleh kreasi dari bunga kering," kata Nias.

Menurutnya, bunga kering memberikan kesan anggun serta memiliki daya tahan yang lebih lama ketimbang bunga segar. Bunga kering bisa dikreasikan sebagai hiasan dekorasi rumah, hingga buket ucapan selamat.

Menghias rumah dengan bunga segar mungkin sudah biasa. Untuk membuat suasana yang lebih estetik, menghias rumah dengan bunga kering barangkali bisa menjadi pilihan. Hiasan dari bunga kering saat ini sedang menjadi tren karena tampilannya memberikan kesan elegan.

Tren membuat hiasan dengan bunga kering inilah yang menarik perhatian Gheby Maulia Hastari (25). Sudah sekitar dua tahun, warga Kota Pontianak ini bergelut dengan usaha kreasi dari bunga kering ini. Dari tangannya, bunga kering tak sekedar menjadi pajangan dengan wadah pot ataupun buket.

“Memang bukan hanya dengan wadah pot bunga, tapi bunga kering juga dikreasikan dengan frame (bingkai), kartu ucapan, hampers, hingga kotak mahar,” ungkapnya. 

Ada dua jenis bunga kering yang umumnya digunakan. Pertama, adalah bunga alami yang dikeringkan secara alami dengan bantuan alam. Kedua, preserved flower atau disebut sebagai bunga abadi. 

Preserved flower adalah bunga alami yang telah diproses pengawetan dengan teknologi revolusioner untuk mempertahankan penampilan segar selama beberapa bulan bahkan tahunan. Teksturnya yang lembut membuat sulit untuk membedakan antara Preserved flower dan bunga segar. 

“Preserved flower ini ada pengawet kimia. Bunga ini lebih awet dari bunga yang dikeringkan secara alami,” ucapnya.

Photo
Photo
Gheby Maulia Hastari

Gheby mendapatkan pasokan bunga kering dari Yogyakarta. Awal mula ide usahanya dimulai saat berkunjung ke kota tersebut. Saat tengah berjalan-jalan di sudut kota, ia melihat ada toko yang khusus menjual bunga-bunga kering. Dari situlah muncul idenya membuka toko sendiri di Kota Pontianak.

Lulusan Universitas Tanjungpura ini memulai usaha di saat Pandemi Covid-19. Hal inilah yang membuatnya belum membuka toko secara offline. Selain itu, ia juga masih perlu mengumpulkan modal. Saat ini, usaha tersebut lebih banyak dijalankan secara daring dengan menerima pesanan dari pelanggan.

“Mudah-mudahan segera bisa buat toko sendiri,” ucap Owner Sejuta Kembang ini.

Gheby mengatakan, bunga kering tersebut ada yang berasal dari petani lokal Yogyakarta. Namun, ada pula yang diimpor dari luar negeri. Saat ini, setidaknya ia menggunakan sekitar 30 jenis bunga kering. Beberapa jenis bunga yang digunakan adalah kaspia, dried lino, lagurus, bunga kayu sola, baby breath, dan lain sebagainya.

Menurutnya, bunga kering memiliki keunggulan dibandingkan dengan bunga segar. Selain lebih awet  dibandingkan bunga segar, bunga kering juga dianggap lebih estetik dan memberikan gaya rustic yang menonjolkan kesan alami. Konsep dekorasi bergaya rustic ini semakin diminati oleh masyarakat.

“Untuk ketahanannya, rata-rata kalau bunga kering bisa tahan 2-3 tahun kalau benar-benar dirawat,” ucapnya.

Pemesanan buket bunga diakuinya lebih banyak dibandingkan dengan lainnya. Buket bunga biasanya diperuntukkan sebagai hadiah wisuda, hadiah ulang tahun, hingga pesta pernikahan. “Untul harganya. mulai dari Rp45 ribu sampai Rp300 ribu tergantung ukuran dan penggunaan bunganya,” pungkasnya.** Editor : Siti
#Kerajinan Tangan #bunga kering