"Potensi hujan lebat yang dapat memicu terjadinya genangan, banjir ataupun tanah longsor selama satu minggu ke depan diprakirakan dominan terjadi di sebagian kabupaten/kota Ketapang, Kayong Utara, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu," katanya.
Pasang air laut di pesisir barat Kalimantan Barat diprakirakan berada pada fase puncaknya tanggal 27–30 Juli 2022 pukul 18.00 hingga 23.00.
Diprakiran tinggi pasang air laut maksimum di sekitar Kota Pontianak setinggi 1,7 meter, sementara di sekitar Kendawangan, Ketapang maksimum pasang air laut setinggi 1,8 meter. Sehubungan dengan diprakirakan pada periode yang sama juga terdapat potensi hujan lebat.
"Maka perlunya mewaspadai potensi terjadinya banjir rob ataupun genangan di wilayah pesisir barat Kalimantan Barat," ulasnya.
Tinggi gelombang diprakirakan juga terjadi peningkatan, pada kategori sedang yaitu 1,25 sampai 2,5 meter di Perairan Kepulauan Karimata, Laut Natuna, Perairan utara Kep. Natuna Perairan barat Kepulauan Natuna, Perairan selatan Kepulauan Natuna hingga P. Midai, Perairan selatan Kepulauan Anambas, dan Perairan Kepulauan Subi hingga Serasan.
Gelombang tinggi 2,5 meter sampai 4,0 meter berpotensi terjadi di Perairan utara Pulau Subi, Laut Natuna Utara. Diimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. (mrd) Editor : Syahriani Siregar