Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM Jalankan Dua Program

Syahriani Siregar • Sabtu, 10 September 2022 | 18:11 WIB
SERAHKAN: Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menghadiri penyerahan bansos paket bahan pangan dalam rangka pengendalian inflasi dan mitigasi dampak inflasi di Kecamatan Pontianak Tenggara, Jumat (9/9) siang. (IDIL AQSA AKBAR
SERAHKAN: Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menghadiri penyerahan bansos paket bahan pangan dalam rangka pengendalian inflasi dan mitigasi dampak inflasi di Kecamatan Pontianak Tenggara, Jumat (9/9) siang. (IDIL AQSA AKBAR
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengungkapkan, dalam upaya meminimalisir dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Provinsi telah memiliki dua program. Pertama melaksanakan operasi pasar, lalu yang kedua adalah pemberian bantuan sosial (Bansos) bahan pangan.

Khusus untuk operasi pasar menurutnya akan dilihat terlebih dahulu komoditas apa saja yang mengalami kenaikan.

“Misalnya (harga) beras naik, kita operasi pasar beras. Gula naik, gula kita operasi pasar,” ungkapnya saat menghadiri penyerahan bansos paket bahan pangan dalam pengendalian inflasi dan mitigasi dampak inflasi di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan, Jumat (9/9).

Warga yang mendapat bansos bahan pangan adalah yang termasuk di dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Namua tidak semuanya, melainkan yang benar-benar kondisinya mengalami kemiskinan yang parah.

“Karena paketnya terbatas jadi yang paling terdampaklah,” ucapnya.

Untuk se-Kalbar total paket bansos yang disiapkan antara 15 ribu sampai 20 ribu paket. Semua diberikan secara gratis.

“Kita paketnya dua ribu (di Pontianak), nanti ada Sambas yang banyak, Singkawang dan lain-lain,” tambahnya.

Menurutnya, secara pasti dampak kenaikan BBM baru bisa dilihat setelah dua sampai tiga minggu. Jika kenaikan terjadi pada Sabtu 3 September lalu, artinya akan dievaluasi pada tanggal belasan hingga puluhan September nanti.

“Perhitungan inflasi itu (nanti) kita lihat. Dampaknya pasti diperhitungan inflasi. Makanya di minggu pertama September ini nanti kita lihat Senin, harga yang naik seminggu ini setelah kenaikan BBM ini apa, kalau beras naik kita operasi pasar beras, kalau gula, operasi pasar gula. Minyak goreng naik, operasi pasar minyak goreng,” paparnya.

Hal itu dilakukan, kata dia, untuk menekan harga. Sebelumnya pihaknya sudah juga melaksanakan operasi pasar telur ayam, karena ada kenaikan harga pada komoditas tersebut.

“Sehingga harga tidak begitu tinggi naiknya, begitulah cara menanganinya,” pungkasnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap kenaikan harga BBM tidak berdampak besar pada kenaikan harga bahan pokok di Kota Pontianak.

“Jadi kalau ada kenaikan seperti apa yang tadi disampaikan Pak Gubernur, kita harus operasi pasar,” katanya.

Bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging, ayam dan telur menurutnya penting dijaga kestabilan harganya, karena merupakan kebutuhan sehari-hari untuk banyak orang. Meski saat ini di Kota Pontianak diakuinya sudah mulai ada kenaikan harga, tapi masih berfluktuatif.

“Terutama telur yang kemarin ya (naik),” ucapnya. (bar) Editor : Syahriani Siregar
#kenaikan #Harga BBM #antisipasi #dua program