“Tidak hanya dosen yang perlu melakukan publikasi ilmiah, mahasiswa tingkat akhir umumnya juga diwajibkan mempublikasikan skripsi, tesis, atau disertasi dalam bentuk artikel jurnal yang menjadi salah satu syarat kelulusan,” kata Venny saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Penulisan Publikasi Artikel Ilmiah untuk Mahasiswa di lingkungan Untan, Rabu (12/10).
Ia melanjutkan mahasiswa juga memiliki kesempatan yang lebar untuk menerbitkan artikel di jurnal nasional maupun internasional. Melalui pembinaan, pelatihan, dan kolaborasi penelitian bersama dosen pembimbing, mahasiswa bisa ikut menyumbang andil dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang menganggap bahwa menulis jurnal ilmiah merupakan tugas berat, sehingga mereka cenderung menghindar dan enggan terlibat dalam proyek penelitian. Padahal, publikasi jurnal menawarkan beragam manfaat untuk mahasiswa,” jelas Venny.
Lebih lanjut Venny berharap pembekalan yang diberikan mahasiswa semakin memahami cara membuat jurnal dan artikel karya ilmiah, sehingga memudahkan mereka untuk menerbitkannya.
Sementara itu Pelatihan Penulisan Publikasi Artikel Ilmiah untuk mahasiswa di lingkungan Untan diberikan kepada 900 mahasiswa. Pembekalan ini dilakukan Universitas Tanjungpura Pontianak melalui Tim Revitalisasi jurnal dan artikel mahasiswa.
Sebagai ketua panitia, Arif Wicaksana, berharap pelatihan itu juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami harapkan bisa memberikan pemahaman lebih mendalam kepada mahasiswa agar mereka mampu menghasilkan artikel Ilmiah yang berkualitas dan memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa dan Untan, tetapi juga bagi masyarakat. Target kami 900 mahasiswa dari seluruh Fakultas yang ada, bisa mengikuti pembekalan ini,” harap Arif.
Dia menjelaskan, kegiatan ini ditujukan kepada mahasiswa yang mendekati semester akhir, untuk bekal mereka mendapatkan pengetahuan dalam penulisan artikel ilmiah.
Saat ini, lanjutnya, mahasiswa Untan sudah diwajibkan untuk mempublikasikan jurnal dan artikel karya ilmiah mereka sebagai salah satu syarat kelulusan.
“Dan Untan saat ini sudah semakin ketat, dimana jika tidak ada artikel yang dipublikasikan oleh mahasiswa, maka mereka tidak akan bisa mengambil ijazah kelulusan,” tuturnya.
Terkait hal itu, Untan sudah membentuk tim revitalisasi jurnal dan artikel mahasiswa, untuk meningkatkan nilai Sinta Untan. Nilai Sinta ini sumbernya adalah dari publikasi artikel Mahasiswa. (mse) Editor : Syahriani Siregar