Mirza A. Muin, Pontianak
WAKO menyebut, lomba mancing merupakan wadah rekreasi bagi para pehobi mancing terutama memancing udang. Turnamen ini juga untuk mengajak warga mencintai Sungai Kapuas yang menjadi kekayaan yang dimiliki Kota Pontianak. Dengan cara ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah di sungai.
"Dengan sungai yang bersih, maka habitat ikan dan makhluk-makhluk hidup lainnya di sungai ini lebih terlindungi," ujarnya.
Bahkan, di beberapa momen, ia acap kali melakukan penebaran bibit ikan endemik di Sungai Kapuas. Edi menilai penebaran bibit ikan ini sebagai upaya mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan termasuk kebersihan sungai, agar ekosistem sungai tetap terjaga.
"Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat terutama yang berada di tepian Sungai Kapuas agar menjaga kebersihan sungai sehingga habitat ikan tetap terlindungi," ungkapnya.
Dirinya prihatin karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan parit. Betapa tidak, hampir 30 persen sampah rumah tangga dibuang ke sungai dan parit. Ulah warga yang sengaja membuang sampah ke parit dan sungai itu, menurut dia, menyebabkan air menjadi tercemar. Untuk itu, dia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan parit dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Karena yang akan merasakan dampaknya juga kita semua, air tercemar dan saluran air tersumbat sehingga mengakibatkan banjir," pungkasnya. (*) Editor : Syahriani Siregar