Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Dukung Harga Pangan Tetap Terjaga

Syahriani Siregar • Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:33 WIB
PENYERAHAN: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial secara simbolis kepada seorang warga penerima manfaat. (IST)
PENYERAHAN: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial secara simbolis kepada seorang warga penerima manfaat. (IST)
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menerima kunjungan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (17/10). Kunjungan tersebut dalam rangka berkoordinasi terkait program pemulihan ekonomi nasional.

Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin mengungkapkan, pada 24 Oktober 2022 bakal digelar berbagai kegiatan di Wisma Indonesia, PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, yakni kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2022 dan Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Provinsi Kalbar.

Adapun kegiatan yang dipusatkan di perbatasan Kalbar, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia itu merupakan Implementasi Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Yakni guna mencapai target indeks inklusi keuangan sebesar 90 persen di tahun 2024 nanti.

"Selain itu juga mengimplementasikan program PEN melalui gerakan bangga buatan Indonesia," ungkap Maulana Yasin.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan pihaknya siap mendukung program-program yang berkaitan dengan PEN. Pemerintah provinsi (Pemprov), kata dia, juga bakal menjalankan program-program yang mendukung pertumbuhan ekonomi agar lebih baik. Seperti salah satunya program pengendalian inflasi dengan bantuan sosial (bansos) paket bahan pangan gratis kepada masyarakat Kalbar yang membutuhkan serta operasi pasar murah, untuk komoditi yang sedang mengalami kenaikan harga, agar harganya tetap terjaga.

Apalagi melihat ke depan, dunia diprediksi bakal menghadapi resesi di tahun 2023, Midji, sapaan karibnya menilai semua hal tetap harus dijaga. Pemprov sendiri menurutnya berusaha menjaga agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bisa digunakan kapan saja ketika dibutuhkan. Terutama untuk program-program yang bisa membantu masyarakat, seperti subsidi, atau juga hal lain yang bisa mengintervensi masalah yang dihadapi masyarakat.

“Itu jadi, saya berharap pos BTT (belanja tidak terduga) itu harus tersedia dengan cukup sehingga kita bisa melakukan program bantuan. Kayak sekarang dengan paket bahan pokok (pengendalian inflasi), intervensi kalau ada kenaikan harga di pasar. Itu semua untuk menjaga (angka) kemiskinan, karena berpengaruh pada masyarakat,” tutupnya. (bar) Editor : Syahriani Siregar
#harga pangan #BIK #PEN #OJK #subernur kalbar #plbn aruk