Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Operasi Bedah Jantung Terbuka Perdana di Kalbar

Syahriani Siregar • Sabtu, 26 November 2022 | 08:06 WIB
KETERANGAN : Tim dari RSUD Soedarso dan RS Jantung Harapan Kita memberikan keterangan pers terkait operasi bedah jantung terbuka perdana di RSUD Soedarso, Jumat (25/11) sore. (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
KETERANGAN : Tim dari RSUD Soedarso dan RS Jantung Harapan Kita memberikan keterangan pers terkait operasi bedah jantung terbuka perdana di RSUD Soedarso, Jumat (25/11) sore. (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
Jadi Kado Terindah di Momen HUT ke-46 RSUD Soedarso

PONTIANAK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso untuk pertama kalinya berhasil melakukan operasi bedah jantung terbuka pada Jumat (25/11). Momen bersejarah ini sekaligus menjadi kado terindah karena sehari sebelumnya rumah sakit kebanggan masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) itu baru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46.

“Pada siang hari ini (Jumat) telah dilaksanakan operasi bedah jantung yang perdana di RSUD Soedarso, dengan pengampuan dari RS Jantung Harapan Kita, dalam program jejaring pengampuan kardiovaskular,” ungkap Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RS Jantung Harapan Kita drg Maya Marinda Montain kepada awak media.

Lebih lanjut Maya menjelaskan, Kalbar merupakan provinsi ke-18 se-Indonesia yang sudah melaksanakan operasi bedah jantung terbuka. Adapun kegiatan tersebut merupakan program pengampuan jejaring kardiovaskular dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dimana RS Jantung Harapan Kita yang memang ditunjuk sebagai pengampu nasional.

“Dimana nanti program, kriteria dan standar itu ditetapkan oleh RS Jantung Harapan Kita, untuk itu RSUD Soedarso sudah memenuhi standar dan kriteria itu. Karena telah melaksanakan operasi bedah jantung perdana dengan pendampingan tim dari RS Jantung Harapan Kita,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengampu Jejaring Kardiovaskular RS Jantung Harapan Kita dr Hananto Andriantoro menambahkan, ada satu sistem yang dijalankan bersama antara RS Jantung Harapan Kita dan RSUD Soedarso untuk pelaksanaan operasi tersebut. Dimana masing-masing harus menyiapkan tujuh orang profesi.

Terdiri dari dokter bedah toraks kardiovaskular, dokter kardiak anestesi, serta dokter intensivist dari anestesi yang merawat pasien pasca bedah di ICU. Lalu perkusionis, bisa seorang dokter maupun perawat yang menjaga perkusi jantung pada saat jantung dihentikan ketika operasi. Kemudian ada ners bedah jantung, ners kardiak anestesi, dan ners intensivist yang bekerja dengan dokter intensivist.

“Tujuh orang yang disiapkan RSUD Soedarso itu tandem dengan tujuh orang profesi yang sama dari RS Jantung Harapan Kita. Pada awalnya 80-90 persen, tujuh orang tim dari RS Jantung Harapan Kita yang menangani pasien,” ungkapnya.

Setelah itu akan ada proses penyerahan kewenangan penanganan secara bertahap. Dengan tenggat waktu sekitar dua tahun. Dan baru benar-benar bisa dilepaskan ke tim dari RSUD Soedarso setelah melakukan operasi lebih dari 100 tindakan bedah (operasi) pintas koroner.

“Jadi Insyallah dua tahun ke depan RSUD Soedarso sudah kita sapih untuk bisa melakukan tindakan bedah jantung terbuka, dengan mandiri. Tapi batasi oleh severitas satu dan severitas dua,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan mengungkapkan, operasi bedah jantung terbuka perdana ini sekaligus sebagai kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 RSUD Soedarso. Secara fasilitas RS tersebut dikatakan telah memiliki alat yang lengkap untuk bedah jantung yang didapat dari Kemenkes.

“Untuk SDM (Sumber Daya Manusia) sendiri RSUD Soedarso dalam rangka mempersiapkan, jadi sebelum kita mandiri masih disapih, tapi kami di sini sudah memberangkatkan beberapa tenaga kami yang mendapatkan pelatihan ataupun sekolah di RS Harapan Kita dan beberapa RS lain yang ada di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Harapannya RSUD Soedarso bisa dengan cepat menjadi mandiri dalam melakukan operasi bedah jantung terbuka. Karena jika melihat dari jumlah kasus jantung yang berobat di poli RSUD Soedarso menurutnya cukup tinggi. Di tahun 2022 misalnya, dari awal tahun hingga bulan November ini jumlahnya sudah ada 3.309 orang.

“Ini pekerjaan rumah bagi kita istilahnya. Karena kalau (pemasangan) cathlab, kami sudah mulai dari tahun 2019, dan hari ini (Jumat) kami memulai dengan operasi jantung terbuka,” terangnya.

Seperti diketahui, pasien yang dilakukan bedah jantung terbuka perdana itu telah dinyatakan off bypass, atau jantung si pasien sudah kembali berdenyut. Selanjutnya pasien dirawat di ruang ICU, dan jika semua berjalan lancar, dalam lima sampai enam hari kemudian, pasien tersebut sudah bisa pulang dari rumah sakit. Selain itu di hari kedua, Sabtu (25/11), juga telah kembali dilakukan operasi bedah jantung terbuka untuk pasien yang berbeda.

“Mudah-mudahan, saya mohon doanya agar pasien-pasien (bedah jantung terbuka) yang kita layani selama dua hari ini (Jumat dan Sabtu) bisa kembali pulih seperti sedia kala,” pungkasnya. (bar) Editor : Syahriani Siregar
#Perdana #Operasi bedah jantung #kado terindah #RSUD Soedarso #HUT