Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Daging Babi Memicu Inflasi

Syahriani Siregar • Kamis, 15 Desember 2022 | 15:03 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.
PONTIANAK - Ketua Tim Pengendali Inflasi Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan, menjelang Natal dan tahun baru inflasi menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindarkan. Itu karena kebutuhan dan permintaan pasar yang akan meningkat jelang Hari Besar Keagamaan Nasional tersebut.

Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh TPID kabupaten/kota untuk benar-benar memperhatikan stok dan distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok sehingga inflasi yang terjadi tidak terlalu tinggi.

"Jelang natal dan tahun baru kita berharap kenaikan inflasi tidak terlalu tinggi," katanya, Rabu (14/12).

Salah satu komoditas yang diprediksi bakal menyumbang inflasi adalah daging babi. Karena itu, Harisson yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar itu mengimbau daerah yang kekurangan ternak babi jelang natal dan tahun baru dapat berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, maupun dinas terkait di kabupaten/kota.

"Untuk menjaga stok. Kita (Kalbar) bisa mengimpor dari daerah lain akan tetapi harus langsung dipotong tidak boleh diternakkan lagi. Ketika babi ini datang harus langsung dipotong," pungkasnya.

Sementara itu, pengendalian inflasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kalbar juga telah menggelar operasi pasar di lima kabupaten di Kalbar.

Kepala Disperindag ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzaman mengungkapkan, lima kabupaten yang digelar operasi pasar antara lain di Kabupaten Landak, Rabu (7/12). Kemudian di Kabupaten Sekadau pada, Kamis (8/12). Dilanjutkan Kabupaten Melawi pada Sabtu (10/12), dan Kabupaten Kapuas Hulu pada Senin (12/12). Lalu yang terakhir operasi pasar digelar di Kabupaten Bengkayang pada Selasa (13/12). Dimana masing-masing kabupaten mendapat kuota paket bahan kebutuhan pokok sebanyak 1.000 paket.

"Polanya (operasi pasar) yang kami lakukan adalah subsidi terhadap paket bahan pokok, yang dijual ke masyarakat. Subsidinya Rp50 ribu per paket, jadi kalau harga paketnya Rp100 ribu, warga cukup membayar Rp50 ribu, sisanya ditanggung subsidi," ungkapnya.

Mengenai jenis bahan pokok yang dijual, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di tiap kabupaten. Tugas dari dinas terkait adalah memberikan masukan kepada Disperindag ESDM Kalbar, mengenai apa-apa saja komoditas bahan pokok yang dominan diperlukan masyarakat di setiap daerah.

"Apakah gula, minyak goreng, terigu, beras. Jadi paketnya tergantung dari pembahasan kami dengan teman-teman kabupaten yang membidangi perdagangan di daerah yang ditunjuk," jelasnya.

Dengan digelarnya operasi pasar ini, Kamaruzaman berharap pemerintah dalam hal ini Pemprov Kalbar dapat meringankan beban masyarakat. Karena biasanya, akan ada peningkatan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran, yang disebabkan lonjakan permintaan.

"Minimal kami Pemprov berkomitmen hadir, untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan dijualnya paket bahan pokok murah ini, untuk masyarakat," pungkasnya.(bar) Editor : Syahriani Siregar
#daging babi #natal #tpid #tahun baru #inflasi