SITI SULBIYAH, Pontianak
PENGERJAAN replika Naga Vois Dragon Sport ini dilakukan oleh Achio, pengrajin naga. Butuh sekitar satu tahun untuk membuat replika naga berukuran cukup panjang ini. Pengerjaan replika naga tersebut sudah selesai dan siap memeriahkan Cap Go Meh yang bakal dihelat awal Februari mendatang.
“Mulai tanggal 3 Februari kegiatannya,” ucap Ketua Umum Vois Grup, Piechung.
Cap Go Meh yang dilaksanakan oleh Vois Dragon Sport akan dilaksanakan selama empat hari, 3 – 6 Februari. Pelaksanaan kegiatan tersebut akan dibuka dengan ritual buka mata pada hari pertama, kunjungan ke donatur pada hari kedua, pawai naga Cap Go Meh pada hari ketiga, serta ritual bakar naga pada hari terakhir.
Piechung mengatakan, perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak terakhir digelar tahun 2020. Dua tahun terakhir, kegiatan yang biasanya turut dirayakan oleh masyarakat Kota Pontianak itu tidak digelar lantaran Pandemi Covid-19. Dia berharap kehadiran replika naga ini dapat memberikan hiburan kepada masyarakat, sekaligus menandai bangkitnya Kota Pontianak dari Pandemi Covid-19.
Ketua Panitia Pelaksana Naga Vois Daron Sport, Yandi menyebut pengerjaan replika naga itu dilakukan dengan cara dicicil oleh pengrajin naga. Desain tubuh naga memadukan warna putih, merah, dan biru. Butuh dana sekitar Rp40 juta untuk menyelesaikan replika naga ini.
Yandi mengatakan, bagian ujung sisik di tubuh naga dibuat dengan kain. Umumnya, bagian ujung sisik itu dibuat dengan kayu sehingga terasa tajam saat terkena pemain. Dengan bahan kain, para pemain merasa lebih aman saat mengarak naga. “Sehingga naga ini ramah terhadap pemain,” ucapnya.
Yandi mengakui sebagian komunitas Tionghoa di Kota Pontianak tidak turut berpartisipasi dalam kegiatan arakan naga Cap Go Meh lantaran masih terdampak Covid-19. Vois Dragon Sport pun diakuinya juga masih terdampak Pandemi Covid-19.
“Ekonomi masih susah. Tetapi karena kita ingin memeriahkan Cap Go Meh yang selama dua tahun ini tidak ada atraksi naga, makanya kita adakan. ini bisa menjadi semangat masyarakat Kota Pontianak bahwa kota ini sudah pulih dan bangkit kembali,” pungkasnya. (*) Editor : Misbahul Munir S