Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dukung Wacana Jembatan Garuda, Asal tak Beratkan Warga

Yulfi Asmadi • Senin, 6 Februari 2023 | 19:20 WIB
Jembatan Garuda didukung penuh para politisi dari Kalbar, dengan asumsi bermanfaat penuh dan tidak membebani masyarakat. (dok)
Jembatan Garuda didukung penuh para politisi dari Kalbar, dengan asumsi bermanfaat penuh dan tidak membebani masyarakat. (dok)
PONTIANAK - Anggota DPRD Kalimantan Barat asal dapil Kota Pontianak, Arief Joni Prasetyo mendukung penuh wacana Pemerintah Kota Pontianak bekerjasama dengan investor luar untuk membangun jembatan penghubung, yakni Jembatan Garuda dari Bardan Jalan sampai ke Terminal Siantan.

Jembatan yang dikalkulasi rancang bangunnya dengan panjang 350 meter dan lebar 30 meter bakalan dibangun lewat Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Jelas kita mendukung penuh segala bentuk pembangunan infrastruktur fasilitas publik. Hanya saja kerjasama ini harus dikaji secara betul, tentunya dengan tak membebani rakyat," ucapnya di ruang kerjanya .

Menurutnya Pembangunan infrastruktur yang dinamai Jembatan Garuda ini dari sisi fungsi, diyakini dapat mengurangi dan mengurai kemacetan di Kota Pontianak, khususnya jalur menuju Pontianak Utara. "Artinya selagi memang tujuannya untuk kebaikan dan bermanfaat bagi pembangunan daerah, kita bakalan support penuh," ucapnya.

Pria yang diprediksi ikut bertarung di Pilwako Pontianak ini menambahkan, seandainya datang investor asal negara manapun yang hendak melakukan investasi, jelas bernilai dan berdampak postifi bagi daerah. Asalkan konsep kerjasamanya saling menguntungkan dan terpenting tidak membebankan rakyatnya. "Harus welcome dong. Itu investasi masuk," ujarnya.

Hanya saja, Arief Joni tetap menyarankan bahwa feasibility study (FS) Jembatan Garuda dikaji dan ditinjau dari segi apapun benar-benar bermanfaat besar untuk masyarakat. Salah satu dan misalnya sejauh mana berdampak positif dalam mengurai kemacetan. Kemudian sejauh mana kemampuan keuangan daerah dapat mendukungnya secara menyeluruh. "Semuanya menjadi bagian tak terpisahkan, dalam mewujudukan Jembatan Garuda yang bermanfaat besar bagi masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Proyek Jembatan Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat akan dibangun kontraktor asal China bakal.Jembatan ini diinisiasi perusahaan lokal PT. Kapuas Berkah Illahi yang bekerja sama dengan kontraktor China State Construction Overseas Development Shanghai.

Jembatan ini punya bentang 700 meter termasuk penataan jalan di sisi darat, bentang utamanya sendiri sepanjang 365 meter. Lebar jembatan akan dibuat sepanjang 30 meter. Jembatan Garuda ini dilakukan sebagai penghormatan kepada tokoh pahlawan Pontianak Sultan Hamid II yang merancang lambang Garuda sebagai lambang negara Indonesia.

Direktur Utama Kapuas Berkah Illahi Karsono menyebutkan proyek ini bakal digarap dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha alias KPBU. Pembangunannya diklaim tanpa menggunakan APBN dan APBD.

Karsono menyiapkan dana investasi hingga Rp 1 triliun lebih untuk membangun jembatan yang akan diberi nama Jembatan Garuda ini. Jembatan itu menghubungkan jalan Bardan dan Siantan.

"Saya dan sponsor kita akan kerja sama dengan pihak perbankan. Investasi kurang lebih Rp 1 triliun lebih. Termasuk beberapa item untuk penataan di sekitar Sungai Kapuas. Ini murni dana badan usaha, tak ada APBN dan APBD," ungkap Karsono dikutip dari Jawapost di Jakarta, kemarin. "China Construction itu akan menjadi kontraktor utama kami," katanya.

Selain itu, jembatan ini juga diklaim akan memiliki kelebihan berupa fitur pembangkit listrik tenaga air. Pihaknya akan memanfaatkan arus Sungai Kapuas di bawah jembatan untuk membangkitkan listrik yang dibutuhkan untuk jembatan. Menurutnya, hal ini pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

"Kelebihannya adalah menggunakan teknologi hydropower. Menggunakan teknologi pembangkit listrik air pasang, ini nanti jadi jembatan pertama dengan power mandiri di Indonesia, tak gunakan listrik PLN tapi arus sungai. Misal buat lampu dan lain sebagainya," kata Karsono.

Rencananya, jembatan ini ditargetkan akan melakukan ground breaking di bulan Maret 2023 mendatang. Pihaknya sampai saat ini masih menunggu rekomendasi Kementerian PUPR untuk melakukan pembangunan. Apabila semua sesuai rencana, bila bulan Maret groundbreaking bisa dilakukan, pihaknya akan melakukan pembangunan jembatan selama 14 bulan. (den) Editor : Yulfi Asmadi
#Dukung Wacana #tak Beratkan Warga #jembatan Garuda #Asal